AgamaBeritaDakwahPemerintahanPolitik

Wirid Silaturahmi Sumbar di Sialang Tungkar Menggelegar

×

Wirid Silaturahmi Sumbar di Sialang Tungkar Menggelegar

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id — Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Sumbar, menghadiri majelis Wirid Silaturahmi Sumbar di lapangan eks PT Marmers Sumber Nur Agung atau PT Marbels di Jorong Sialang, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu lalu (1/11/2026). Ini merupakan wirid rutin sekali sebulan, dibawah pimpinan Buya Usni Adri Tuanku Adam Bagadiang.

Berbeda dengan wirid-wirid bulan sebelumnya, wirid bulan ini terbilang menggelegar. Panitia lokal dipimpin Yusrizal Datuak Pado dan Syafrizal Dt Bandaro Panjang, bersama Pemerintah Nagari Tungkar dan masyarakat Jorong Sialang, sangat antusias. Bahkan, selama sebulan, ratusan masyarakat bergotong-royong empat kali untuk merapikan lokasi wirid.

Puncaknya, saat wirid digelar, pelaksanaanya betul-betul membeludak, sukses, dan lancar. Bupati Limapuluh Kota Safni ikut hadir bersama Camat Situjuah Elvi Yandri dan Pj Wali Nagari Syafriwan, Ketua KAN H. AM Dt Bandaro Kuniang, Ketua Bamus Arwin Dt Lelo Batuah. Bersama mereka, juga hadir anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky.

Selain mereka, tentu saja juga hadir Buya Usni Adri Tuanku Adam Bagadiang, bersama Buya Letkol Sus H Firdaus SAg MM Angku Mudo yang didaulat sebagai penceramah dalam kesempatan itu. Serta sejumlah syekh, mursyid, dan khalifah suluk yang memang selali hadir dalam wirid bulanan ini. Tidak ketinggalan pula, hadir Kapolsek Situjuah dan jajaran.

Ketua Panitia Wirid Silaturahmi Sumbar di Sialang, Tungkar, Yusrizal Dt Pado, bersama Syafrizal Dt Bandaro Panjang, Datuk Palindih, Datuak Mangkuto Lelo, Ujang, Mak Edi Rujuak dll menyebutkan, dalam wirid silaturahmi Minggu lalu itu, terkumpul isumbangan berupa uang tunai Rp21.890.000,- air mineral sebanyak 75 kotak, dan nasi sebanyak 824 bungkus. Air mineral dan nasi adalah partisipasi masyarakat. Sedangkan uang tunai adalah infak saat wirid pengajian.

“Sumbangan uang yang terkumpul, semuanya habis digunakan untuk sewa tenda, sound system, dan operasional acara. Kemudian, juga untuk bantuan bagi lima masjid, dua kelompok yasin, dan LPTQ Situjuah Limo Nagari yang akan menghadapi MTQ Limapuluh Kota,” kata Yusrizal Datuak Pado yang bersemangat melaksanakan wirid ini kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

Sebelumnya, Buya Usni Adri Tuanku Adam Nan Bagadiang menyebut, Wirid Silaturahmi Sumatera Barat (Sumbar) dengan jamaah mencapai 5.000-an orang, sudah dimulai sejak tahun 2000 sampai sekarang. Selama 26 tahun, digelar rutin tiap bulan. Pengajian ini, tidak membedakan, apakah jamaahnya merupakan warga Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama, Thariqat Naqsabandiyah, Salafiyah, ataupun Tabligh. Karena semangatnya adalah memupuk tali silaturahmi.

“Dalam wirid, kita tidak membedakan, apakah jamaahnya adalah Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama, dan sebagianya. Seluruh yang mau bergabung, kita bina. Wirid Silaturahmi ini prinsipnya tidak membeda-bedakan, satu aliran dengan aliran yang lain. Itu yang paling berkesan,” ujar Buya Adam Bagadiang.

Selama 26 tahun memimpin Wirid Silaturahmi Sumbar, banyak pengalaman berkesan bagi Buya Adam Bagadiang. Pengalaman itu, bukan terkait jemaah yang pergi wirid secara berkonvoi dengan kendaraan terbuka. Bukan pula tentang lokasi wirid yang jauh tersuruk di pelosok kampung.

“Bukan itu. Yang paling berkesan bagi Buya adalah saat musahabah. Jadi, setiap kali Wirid Silaturahmi Sumbar itu digelar, ada satu sesi yang disebut sebagai muhasabah. Saat muhasabah ini, jamaah umumnya larut dalam zikir. Jamaah seakan-akan mendapat sesuatu dalam muhasabah. Yakni, ketenangan-ketenangan batin,” kata Buya Adam Bagadiang. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *