LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id–
Ini benar-benar memprihatinkan. Jalan alternatif penghubung Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kota Payakumbuh, tepatnya di Jorong Tanjuang Haro Utara, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, (Sitapa) Kecamatan Luak, sejak beberapa bulan lalu tidak bisa dilewati kendaraan roda empat karena lebih separoh badan jalan ambruk.
Namun herannya, meskipun jalan ambruk termasuk jalan lain yang ada di nagari Sitapa ini kondisinya sudah lama rusak parah dan sudah dilaporkan ke Pemkab Limapuluh Kita, ternyata hingga kini jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat itu belum terbenahi.
Rendahnya perhatian Pemkab Limapuluh Kota, menjadi sorotan masyarakat Sitapa. Apalagi saat ini nagari yang berada di kaki Gunung Sago itu, setiap hari ramai dikunjungi wisatawan, karena kebaradaan nagari tersebut sedang viral sebagai daerah tujuan wisata andalan Kabupaten Limapuluh Kota setelah objek wisata Lembah Harau maupun Kapalo Banda dan Batang Tabik.
” Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safni-Ahlul Badrito Resha menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk perbaikan jalan yang ambruk dan rusak parah tersebut. Meski kondisi jalan ini sudah lama rusak, namun sampai kini belum ada perhatian pemerintah daerah ,” ucap tokoh muda Nagari Sitapa, Aria Gusman, Senin (14/04/2025).
Hal yang sama juga diungkapkan Yondri. Jalan penghubung tersebut berada di Silarak, Jorong Tanjuang Haro Utara. Saat ini kondisinya sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Sebab sebagian besar badanjalan sudah ambruk.
”Kita sudah lama menyampaikan hal ini kepada pemerintah nagari, agar bisa disampaikan ke Kabupaten Limapuluh Kota untuk dibenahi,” sebut Yondri.
Tidak hanya jalan penghubung tersebut, sejumlah titik jalan di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang mengalami kerusakan cukup parah. Lubang menganga di sepanjang jalan kabupaten yang berada di nagari. Mulai dari batas Kota Payakumbuh di Bukitsitabur hingga jorong paling ujung di Sikabu-kabu, alami kerusakan jalan serius.
Kerusakan jalan dari Pakan lamo menuju Padang Laweh sekitar 800 meter, hingga saat ini belum kunjung diperbaiki. Menurut warga aspal jalan pertama sudah terlihat lagi, hanya batu-batu lepas yang terlihat dan berlubang.
Kemudian jalan dari pusat pemerintahan nagari di Jorong Padang Panjang menuju Jorong Lakuak Dama, sepanjang 1 kilometer, sudah belasan tahun mengalami kerusakan. Namun hingga saat ini, juga belum kunjung mendapat sentuhan pembangunan.
Hal tersebut dibenarkan Wali Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Nofrizal. Menurutnya, usulan untuk perbaikan jalan sudah disampaikan melalui musrenbang. Namun memang sampai saat ini belum kunjung ada realisasinya.
Selain itu, kata Walinagari, jalan sebagai akses untuk transportasi pendidikan ke SDN 05 Sikabu-kabu di Jorong Bukik Kanduang sepanjang 800 meter. Jalan yang sudah dilakukan pengerasannya sejak sekitar 7 tahun lalu, hingga saat ini tidak kunjung mendapat pembangunan dengan lapisan aspal.
“Begitu juga dengan jalan penghubung Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang dengan Nagari Sungai Kamuyang di kedua sisi Jembatan Lubuak. Kondisi jalan rusak berada pada posisi tanjakan. Sehingga sangat beresiko bagi keselamatan pengendara. Panjangnya sekitar 500 meter. Selain itu jalan Talang-Kayu Koleh sepanjang 1,2 kilometer,” sebut Walnag.
Terpisah Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Fadhliansyah menyebutkan, tahun 2025 belum ada rencana pembangunan untuk perbaikan jalan Kabupaten di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak.
“Belum ada, saat ini kondisi anggaran masih Nol setelah pergeseran anggaran. Alokasi anggaran yang bisa dimanfaatkan setelah pergeseran disesuaikan dengan DPA yang sudah disusun sebelumnya. Tidak ada untuk pembangunan jalan di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang,” terang Kabid Bina Marga via telepon WhatsApp, Senin malam. (DS)















