Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Proses rekruitmen/penerimaan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota untuk sukseskan Pemilu serentak Nasional atau Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota yang akan digelar 27 November 2024 nanti, menuai protes dari sejumlah pengguna Media Sosial (MEDSOS) di Instagram KPU Kabupaten Limapuluh Kota.
Berbagai tanggapan miring muncul di akun Instagram milik KPU, @kpukab50kota. Postingan mereka (KPU) tentang Pengumuman Nomor : 15/PP.04.2-Pu/1307/2024, tentang Penetapan Hasil Seleksi Calon Anggota Panitia Pemungutan Suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati pada Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2024.
Seperti tanggapan muncul di kolom komentar, diantaranya dari pemilik akun @sayanglaaalaaaa, yang menulis bahwa untuk petinggi2 KPU a.k.a Komisioner yang setiap orangnya punya titipan, tolong dengan sangat baca tag line dari KPU itu sendiri jujur dan adil, jangan mentang2 kalian punya jabatan keluarga dri anda masing2 dijadikan pps maupun ppk. Dan lebih lucunya ada yang tidak komisioner dan bahkan tidak ada jabatan apapun di KPU bisa menitipkan kerabatnya kerabatnya kepada Komisioner.
komentar dari akun @sayanglaaalaaaa itu mendapat tanggapan dari pengguna Instagram atau IG @batas_senja88 yang mengatakan bahwa yang lebih lucunya lagi, orang titipan beliau CAT, wawancara sebagian pertanyaan tidak terjawab, alhasil TERPILIH via jalur ORDAL. Lain tidak usah buka pendaftaran PPK atau PPS. Untuk tahun selanjutnya,,,, stoplah pake via jasa titip, kalau mau bersaing secara sehat. Kasihan sama orang CAT tinggi, wawancara semua dijawab,, alhasil jadi pengganti. Semoga kedepannya KPU lebih jujur. Ucapnya.
Pengguna Instagram lainnya, @pasalikoumkm50 menulis, @sayanglaaalaaaa, sangat kecewa degan KPU sekarang. Komentar lebih pedas diucap @afnirismayanti. Ia menyebutkan bahwa kedepannya untuk perekrutan selanjutnya tidak usah ada tes CAT, Supaya yang dapat nilai tinggi tidak bersedih, bagusnya wawancara saja ORLA. Komentar dari @afnirismayanti diamini akun Instagram dengan nama @meisyarah_20, ia mengatakan bahwa betul kak.
Lebih pedas lagi, pengguna Instagram lainnya dengan nama @tanpa_orangdalam mengatakan bahwa tes hanya formalitas, nilai paling tinggi gak ngaruh Bosss. Yg penting ada Ordal. Namun sayang tidak satupun nyinyiran itu mendapat tanggapan atau balasan dari KPU.
Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Okto Rizaldi saat dikonfirmasi terkait pengumuman hasil Penetapan Hasil Seleksi Calon Anggota Panitia Pemungutan Suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati pada Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2024 di akun KPU Kabupaten Limapuluh Kota mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu terkait adanya tudingan yang menyebut adanya titipan dalam penerimaan PPK maupun PPS.
” Setahu saya tidak ndak ada yang titipan. Dan mungkin yang komen itu mungkin karena ada yang nitip tapi tidak lewat” ucapnya melalui pesan WhatsApp, Minggu 26 Mei 2024.
Mantan Staf di BAWASLU Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menambahkan bahwa PPS untuk daerah mana yang dimaksud, serta akun-akun yang berkomentar itu adalah alun baru.
” Dan saya tidak tau di daerah mana yang dimaksud dan akunnya akun baru. Kalau untuk penilaian CAT itu kan untuk menjadi standar lulus ke tahap berikutnya. Ketika sampai di tahap wawancara nilai CATnya Di Nol kan,” tambahnya.
Lebih rinci Aldi mengatakan bahwa, Kadang hasil tes CAT tinggi dan tapi yang bersangkutan pekerjaannya terlalu padat ditempat kerja asal. Atau mungkin dia (Calon PPK dan PPS) yang gagal tidak ada pekerjaan lain, namun tapi mengorganisir dan menjelaskan tupoksinya dia tidak pandai.
” Kadang CAT nya tinggi dan tapi yang bersangkutan pekerjaannya terlalu padat ditempat kerja asal. Atau mungkin dia tidak bekerja, tidak ada pekerjaan lain, namun mengorganisir dan menjelaskan tupoksinya dia tidak pandai. Ado juga mungkin nilai CAT tinggi wawancara bagus,
Tapi pengalaman menjadi penyelenggara kemarin (PILEG dan PILPRES) tidak bagus.
Tidak harmonis dengan kawan-kawan sesama PPS, Atau dapat catatan jelek dari masyarakat. Atau tidak harmonis dengan sekretariat, karena merasa hebat, dan tidak pandai menempatkan diri atau mengontrol emosi.” Jelasnya.
Okto Rizaldi juga menambahkan bahwa jika pekerjaan sebagai PPK maupun PPS bagus, tentunya direkomendasikan untuk dipakai lagi. Sebab Awalnya proses pembentukan Adhoc di KPT KPU RI melalui mekanisme evaluasi, Dan hadis evaluasi awalnya sudah disiapkan sampai turun KPT baru dengan metode seleksi ulang. (Edw)















