Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPolitik

Hari Jadi Ke-185, Ketua DPRD Kabupaten 50 Kota : Daerah Melalui Berbagai Ujian

×

Hari Jadi Ke-185, Ketua DPRD Kabupaten 50 Kota : Daerah Melalui Berbagai Ujian

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Limapuluh Kota menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-185 tahun 2026, Sidang Paripurna itu digelar Senin pagi 13 April 2026 di ruang sidang DPRD Kawasan Bukik Limau Nagari Sarilamak Kecamatan Harau.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain dihadiri FORKOPIMDA, Sidang Paripurna yang dibuka langsung Ketua DPRD, Doni Ikhlas itu juga dihadiri banyak tokoh masyarakat, OPD, Mantan Pimpinan DPRD, Mantan Kepala Daerah dan banyak pihak lainnya. Momentum peringatan hari jadi kali ini mengambil tema ” Tema Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat Untuk Limapuluh Kota Maju”.

Sekretaris Dewan (SEKWAN) DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Aneta Budi kepara wartawan mengatakan bahwa, pihaknya mendapat dukungan banyak pihak dalam penyiapan rapat paripurna tersebut.

” Peringatan Hari Ulang Tahun ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan, jadi, Alhamdulillah kawan-kawan di Sekretariat DPRD dan banyak pihak lainnya, sangat support kegiatan ini, termasuk kepala daerah”ucapnya.

Mantan Kepala BKP-SDM itu juga menambahkan, rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota, selain Rapat paripurna istimewa yang dihadiri dari Kabupaten Limapuluh Kota dan daerah sekitar, juga hadir perantau.

” Sidang Paripurna ini terbuka untuk umum, juga hadir tokoh masyarakat yang ada di perantauan. Dalam sidang paripurna juga ada sambutan dari tokoh masyarakat, Bapak Andi Rahman, tokoh Luhak Limopuluah yang juga mantan Gubernur Provinsi Riau.”tambahnya.

Selain dihadiri Tokoh perantau, juga hadir Mantan Bupati, Mantan Sekda, Pimpinan DPRD dan lainnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra menyebutkan bahwa ditengah efisiensi yang digulirkan, Di Kabupaten Limapuluh Kota mampu melaksanakan sidang paripurna yang dihadiri banyak tokoh masyarakat.

” Cukup banyak tokoh masyarakat yang hadir hari ini, ini membuktikan dukungan dari semua elemen masyarakat kepada Pemerintah, harapan kami, kita butuh kebersamaan dan kekompakan dan soliditas karena persoalan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota sangat Komplek.”ucap Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota itu seperti dikutip dari YouTube Padang TV.

Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Doni Ikhlas dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rentang 185 tahun, daerah ini telah melalui berbagai fase ujian. namun, tantangan hari ini disebut jauh lebih kompleks.

” Kita sedang berada pada persimpangan zaman di mana dinamika global berdampak langsung hingga ke pelosok nagari, hari ini, kita berkumpul dengan rasa syukur yang mendalam untuk memperingati hari jadi kabupaten lima puluh kota yang ke-185. sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu terakhir, musibah bencana alam telah melanda wilayah kecamatan gunuang omeh dan kecamatan bukik barisan,”ucapnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Limapuluh Kota itu juga mengatakan, DPRD mencatat dengan keprihatinan yang mendalam dampak dari bencana tersebut—mulai dari tanah longsor yang memutus akses jalan, hingga banjir yang merusak lahan pertanian warga. gunuang omeh dan bukik barisan adalah wilayah yang secara geografis sangat indah, namun memiliki kerentanan yang menuntut kita untuk selalu waspada dan tanggap.

” Momentum hari jadi ke-185 ini harus kita jadikan sebagai titik balik penguatan mitigasi bencana. kami di DPRD akan terus mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, kita butuh solusi permanen, bukan sekadar solusi tambal sulam yang hancur setiap kali musim penghujan tiba,”ujarnya.

Putra mantan Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin itu juga menyebut, saat ini pemerintah daerah di berbagai sedang menghadapi tantangan fiskal secara Nasional.

” Adanya penurunan transfer dana pusat ke daerah menuntut kita untuk tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama, kita dipaksa untuk lebih mandiri, kreatif dalam menggali pendapatan asli daerah (pad), dan yang paling utama: disiplin dalam pengelolaan keuangan, langkah efisiensi ini bukan sekadar mematikan lampu yang tidak perlu, melainkan sebuah transformasi menuju penggunaan teknologi hemat energi dan mulai melirik potensi energi baru terbarukan yang melimpah di nagari-nagari kita, seperti mikrohidro dan tenaga surya, guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang harganya kian fluktuatif.”tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *