Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPolitik

Pilkada Limapuluh Kota ‘Ricuh’, Massa Pendemo Diusir Paksa dengan Water Canon dan Gas Air Mata

×

Pilkada Limapuluh Kota ‘Ricuh’, Massa Pendemo Diusir Paksa dengan Water Canon dan Gas Air Mata

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.com-

Tak puas dengan pelaksanaan Pilkada 2024, ratusan massa mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu pagi ,(21/8/2024).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kedatangan massa pengunjuk rasa tersebut buntut terjadinya ‘kericuhan” terkait proses pencoblosan atau pemberian hak pilih pada pemilihan Kepala Daerah tahun 2024 di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Limapuluh Kota.

Warga yang tidak senang dengan sikap Panitia Pemungutan Suara (PPS) melakukan demontrasi dan bahkan mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan huru-hara.

Petugas kepolisian dari Polres 50 Kota  yang mendapat informasi terjadinya aksi demontrasi tersebut  segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Di lokasi terjadinya aksi demo pihak Polres 50 Kota tidak hanya menurunkan Pasukan Huru Hara (PHH), namun juga menurunkan anggota bersenjata laras panjang termasuk menyemprotkan water canon  dan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kericuhan yang terjadi pada pelaksaan Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota  itu akhirnya berhasil diatasi oleh personil Polres 50 Kota dan ratusan massa berhasil dibubarkan secara paksa.

Kericuhan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota 2024 itu, hanyalah  simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka Operasi Mantap Praja Singgalang 2024.

Kegiatan yang digelar Polre 50 Kota di GOR Singga Harau, dikawasan Sarilamak, Kecamatan Harau, Rabu pagi (21/8/2024) itu, bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di wilayah hukum Polres 50 Kota.

Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid dalam amanatnya menyampaikan, bahwa simulasi ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan pemahaman dan sinergitas antar satuan tugas dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan selama Pilkada.

“Kita semua tahu bahwa Pilkada 2024 ini merupakan ajang demokrasi yang sangat penting. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa pelaksanaan Pilkada di wilayah kita berjalan aman, lancar, tertib, jujur, adil, dan transparan,” katanya.

Berdasarkan data KPU Kabupaten Lima Puluh Kota, kata Kapolres terdapat sebanyak 173.329 orang pemilih akan menyalurkan hak suaranya di 380 TPS yang tersebar di 48 nagari dan 8 kecamatan.

“Dari ratusan TPS tersebut, kami Polres Limapuluh Kota telah memetakan 15 TPS kategori rawan dan 2 TPS khusus. 15 TPS rawan bukan terkait rawan konflik sosial, melainkan terkait jarak tempuh dan karatekristik medan, yang mana akan berpengaruh kepada pendistribusian yang perlu kita antisipasi,” jelannya.

Kemudian selain TPS rawan, Syaiful menyebutkan terdapat 363 TPS terdapat kurang yang kurang rawan. “Lalu ada 2 TPS khusus di Lapas Suliki dan LPKA Tanjung Pati,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengamanan Pilkada 2024 di Wilayah Hukum Kabupaten Limapuluh Kota, kata Kapolres sebenyak 990 personil dikerahkan.

“Dari 990 personil, terdapat 200 personil dari Polres Limapuluh Kota, TNI 30 personil dan sisanya dari Linmas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan simulasi ini juga menjadi evaluasi awal untuk melihat sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” tambah Kapolres.

Kapolres juga menekankan pentingnya netralitas dan profesionalisme seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas pengamanan Pilkada. “Jaga netralitas, jangan sampai terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu. Tunjukkan profesionalisme dengan menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan digelarnya simulasi Sispamkota ini, diharapkan Polres Limapuluh Kota siap menghadapi segala tantangan dalam mengamankan Pilkada Serentak 2024 dan menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan pesta demokrasi. (ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *