Bukittinggi, Dekadepos.id
Majelis Mujahidin melalui Relawan Mujahidin Peduli terus mengintensifkan program pipanisasi air bersih bagi masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Agam. Program ini menyasar daerah-daerah yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses air bersih pascabencana.
Ketua Majelis Mujahidin Lajnah Perwakilan Daerah (LPD) Kota Bukittinggi sekaligus Penanggung Jawab Umum Program Pipanisasi Mujahidin Peduli Sumatera Barat, Nofriko Abu Imam, mengatakan bahwa program tersebut digerakkan sebagai respons cepat atas lambannya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling berat. Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak, sementara pemulihannya berjalan cukup lama. Dari kondisi itu, kami bergerak dengan Relawan Mujahidin Peduli,” kata Abu Imam saat ditemui di Posko Majelis Mujahidin Kota Bukittinggi, Selasa (4/2/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pipanisasi melibatkan Laskar Mujahidin Sumatera Barat dari berbagai daerah, seperti Bukittinggi, Padang, Padang Panjang, Payakumbuh/Limpuko, hingga Pasaman. Para relawan bekerja langsung di lapangan bersama masyarakat setempat.
“Pekerjaan ini tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami bekerja bersama masyarakat karena tujuannya memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan gotong royong, pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program pipanisasi dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap pertama, pipanisasi dilakukan di Alahan Anggang, Jorong Gumarang II, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dengan pemasangan sekitar 400 meter pipa air. Tahap kedua dilaksanakan di Jorong Toboh, Malalak Timur dengan pemasangan sekitar 500 meter pipa serta pembangunan bak penampungan air.
Tahap ketiga menyasar Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, dengan pemasangan sekitar 1,9 kilometer pipa dan bak penampungan sementara. Selanjutnya, pada tahap keempat, program dilaksanakan di Jorong Nagari, kenagarian Sungai Batang Maninjauh , melalui pembangunan dua unit bak penampungan air dan pemasangan jaringan pipa.
Adapun tahap kelima direncanakan pada 5 Februari 2026 di Jorong Baruah, Kanagarian Sungai Landia, Kecamatan IV Koto dengan target pemasangan sekitar 1,9 kilometer pipa air beserta bak penampungan.
Abu Imam menegaskan bahwa seluruh kegiatan pipanisasi tersebut bersifat murni kemanusiaan dan didukung oleh donasi masyarakat serta para dermawan.
“Ini murni dari masyarakat untuk masyarakat. Tidak ada kepentingan lain di dalamnya. Kami hanya ingin memastikan warga bisa kembali mendapatkan akses air bersih,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Mujahidin Peduli juga berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Selain pipanisasi, Mujahidin Peduli turut menggelar kegiatan pemulihan psikologis bagi warga terdampak bencana. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk tabligh akbar dan pengajian dengan menghadirkan Ustaz Jelita Donal.
“Trauma masyarakat tidak hanya soal fisik, tapi juga mental. Karena itu kami hadirkan pengajian sebagai upaya penguatan mental dan spiritual masyarakat agar bisa bangkit pascabencana,” ujar Abu Imam.
Ke depan, Mujahidin Peduli menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pelaksanaan program pipanisasi yang sedang berjalan serta memastikan sarana air bersih yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, dengan tetap mengedepankan keterlibatan warga dalam perawatan dan keberlanjutan fasilitas. (Arm)















