Bukittinggi, Dekadepos.id
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bukittinggi (AMRB) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Satpol PP dan DPRD Kota Bukittinggi, Senin (27/7/2026). Aksi tersebut menuntut penyelesaian dugaan tindakan represif aparat Satpol PP saat pengamanan aset Pemerintah Kota di Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi.
Aksi yang dipimpin Presiden Mahasiswa UFDK, Roihan Nul Kholid, diikuti sekitar 150 peserta dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan. Massa membawa berbagai spanduk dan pamflet berisi kritik terhadap Satpol PP serta tuntutan agar dugaan kekerasan terhadap sivitas akademika diproses secara hukum.
Dalam orasinya, perwakilan PMII Kota Bukittinggi, Aldo Matondang, mengecam dugaan kekerasan fisik dan intimidasi terhadap dosen maupun mahasiswa Universitas Fort de Kock (UFDK).
“Pemerintah seharusnya hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, bukan melakukan tindakan intimidasi maupun tindakan represif yang menimbulkan rasa takut serta membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Usai berorasi di Kantor Satpol PP, massa melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Kota Bukittinggi untuk menyampaikan aspirasi. Namun, tidak satu pun anggota DPRD hadir menemui peserta aksi. Kondisi tersebut memicu kekecewaan massa hingga aksi diwarnai pembakaran ban dan upaya menerobos pagar DPRD yang berujung aksi saling dorong dengan aparat keamanan. Pihak DPRD hanya diwakili Sekretaris DPRD untuk menerima aspirasi massa.
Dalam tuntutannya, AMRB mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan tindakan represif secara profesional, independen, dan transparan. Massa juga meminta Pemerintah Kota Bukittinggi mengevaluasi prosedur operasional Satpol PP, memproses pihak yang diduga terlibat sesuai hukum, memberikan perlindungan kepada korban, serta menjamin keterbukaan proses penanganan perkara.
Karena tidak ada anggota DPRD yang hadir, dokumen tuntutan tidak dapat ditandatangani.
“Apabila proses penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya, mahasiswa akan terus melakukan aksi dan menyuarakan perlawanan di Kota Bukittinggi,” tegas Koordinator Lapangan AMRB sekaligus Presiden Mahasiswa UFDK, Roihan Nul Kholid. (Arm)















