Payakumbuh, Dekadepos.id
Sekolah di Kota Payakumbuh terus memaksimalkan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital dalam mewujudkan digitalisasi pembelajaran, bahkan IFP juga telah digunakan pada peserta didik baru tahun ajaran 2026/2026, namun karena jumlahnya masih sangat terbatas, IFP harus digunakan secara bergantian. Kondisi tersebut menjadi satu kendala pihak sekolah dalam mewujudkan digitalisasi pembelajaran disekolah.
Sebab saat ini, sebagian besar sekolah di Kota Payakumbuh diberbagai tingkatan hanya memiliki 1 IFP yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat, sementara jumlah kelas atau rombongan belajar (Rombel) ada yang mencapai puluhan. Dengan kondisi seperti itu, sekolah dan peserta didik berharap penambahan IFP bisa segera terealisasi.
Hal tersebut diungkapkan seorang pelajar di SMP N 4 Payakumbuh (SMP Standar), pelajar bernama Cantika Alia Khumaira disela-sela proses belajar mengajar menggunakan IFP.
” Iya, kami sangat tertarik dan senang menggunakan alat (IFP) tersebut, sebab belajar lebih menarik dan menyenangkan, kami juga lebih aktif,”ujarnya.
Ia juga mengatakan, selian keterbatasan alat atau IFP, jaringan internet juga menjadi faktor yang harus terus dibenahi kedepannya.
” Internetnya lebih kencang, dan alatnya harus ditambah, sebab dengan alat hanya 1, kami harus pindah-pindah kelas saat akan belajar menggunakan IFP.”tutupnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Guri bernama Nia Efriani. Menurut guru yang mengajar Bidang Studi Bahasa Indonesia, penambahan IFP memang menjadi kendala yang dikeluhkan guru maupun pelajar selama ini.
” Kendala kami selama ini memang karena keterbatasan jumlah IFP yang hanya satu buah, sehingga anak-anak (pelajar) yang harus berpindah-pindah kelas atau alat IFP yang dipindah,”ucapnya.
Ia berharap kedepannya penambahan IFP bisa segera terealisasi, minimal 1 tingkatan bisa memiliki 1 IFP.
” Selama ini tentu harus bergantian menggunakan IFP, dan hanya 1 kali dalam seminggu. Kedepannya kami harapkan IFP akan bertambah masing-masing 1 untuk tingkatan kelas.”tutupnya.
Plt. Kepala SMP N 4 Payakumbuh, Sri Wahyu Ningsih menyebut bahwa pihaknya memang telah menggunakan IFP dalam melaksanakan proses pembelajaran terhadap peserta didik atau pelajar baru atau kelas VII.
” Selain memanfaatkan IFP dalam pembelajaran dikelas VIII dan IX, kami juga telah memanfaatkan saat mengajar peserta didik baru atau kelas VII, Alhamdulillah respon mereka sangat positif dan peserta didik menjadi lebih aktif.”Ujarnya. (Edw)















