Scroll untuk baca artikel
Berita

Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat Minta Peresmian Balai Adat di Kabupaten 50 Kota Dikaji Ulang

×

Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat Minta Peresmian Balai Adat di Kabupaten 50 Kota Dikaji Ulang

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat, Fauzi Bahar dt. Nan Sati meminta rencana peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak Nagari Hulu Aia Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota yang juga direncanakan akan diramaikan dengan oyak 100 Talam, Senin 21 September 2026 untuk dikaji ulang, sebab hal tersebut telah menimbulkan persoalan atau keresahan ditengah masyarakat, terutama terkait pihak yang mengundang dalam acara itu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebelumnya diberitakan, dalam undangan peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak Nagari Hulu Aia tertulis bahwa pihak pengundang, Tukiran dt. Bandaro Putiah dan Edbert dt. Bandaro Mudo, merupakan warga Kota Pekanbaru Provinsi Riau, bahkan gelar adat yang dipakai disebut-sebut didapat dari luar Sumatera Barat, sehingga ia meminta untuk dilakukan pengkajian ulang.

” Iya, tadi saya sudah dapat informasi terkait adanya rencana tersebut, saya cukup terkejut. Minangkabau ini identik dengan Islam, gelar itu, Sako ataupun Sang Sako diberikan kepada orang yang berjasa kepada. Gelar ini, mahal tapi tidak bisa dibeli, murah tapi tidak bisa diminta,”ucapnya, Minggu 20 September 2026.

Mantan Walikota Padang itu juga menegaskan, gelar adat bukan untuk diperjualbelikan.

” Alua dan Patutnya harus jelas, karena itu bukan untuk diperjualbelikan atau diberi-berikan, dalam rangka menjaga marwah Minangkabau. Gelar kaum yang memberikan, bukan LKAAM, gelar dari mana saja, itu dari kaum. LKAAM hanya malewakan. Kalau memahat tidak digaris, ya tidak pas, supaya ditinjau kembali, dimusyawarahkan oleh kaum dalam suku. “Ujarnya.

Dari pantauan di Balai Adat Sigamak-Gamak di Jalan Raya Sumbar-Riau, Minggu 20 September 2026 sekitar pukul 20.00 Wib, terlihat tenda besar terkait rencana Peresmian Balai Adat, termasuk beberapa buah karangan bunga. Menariknya, satu karangan bunga berisi ucapan selamat sukses untuk Tukiran dt. Bandaro Putiah dan Edbert dt. Bandaro Mudo dari Lim Fong Ciaw, Lim Kien Pheng.

” Selamat dan Sukses pengukuhan gelar Datuak, T. dt. Bandaro Putih Jo E. dt. Bandaro Mudo di Hulu Air Nagari Harau.”

Sebelumnya mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal “Buya” Ridwan, berbicara keras, karena yang mengundang dalam prosesi tersebut adalah orang dengan gelar Datuak yang dibawa dari Luar, sementara menurutnya adat Salingka Nagari.

Jangan sampai Jalan dialiah urang lalu, cupak dituka urang mangaleh, limbago diaduak urang datang.”ucapnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *