Scroll untuk baca artikel
Berita

Jelang Aksi Demo Petani Gambir di Kantor Bupati, Petugas Berjaga, Massa Belum Muncul 

×

Jelang Aksi Demo Petani Gambir di Kantor Bupati, Petugas Berjaga, Massa Belum Muncul 

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Puluhan petugas Kepolisian, Satpol-PP dan Perhubungan telah bersiaga di Kantor Bupati Limapuluh Kota di Kawasan Bukik Limau Kecamatan Harau, Senin pagi 27 Oktober 2025 terkait rencana aksi demo ratusan petani dan pelaku usaha Gambir dari berbagai Kecamatan di daerah itu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namu hingga pukul 10.00 Wib, belum terlihat adanya pergerakan dari masa yang akan melakukan aksi demo. Selain di kawasan kantor Bupati Limapuluh Kota, petugas kemananan juga berjaga di dalam Kantor Bupati.

” Iya, informasi awal jam 9, terus jam 10, tapi saat ini jam 10.30 Wib memang belum terlihat adanya massa yang akan melakukan aksi,”sebut seorang petugas di Kantor Bupati.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, saat ini massa atau masyarakat yang akan melakukan aksi tengah berkumpul di Gor Singa Harau.

” Informasinya mereka di GOR, ada beberapa orang.”tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Ratusan Petani dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota direncanakan bakal mendatangi Kantor Bupati dan DPRD di Kawasan Bukik Limau Kecamatan Harau, Senin 27 Oktober 2025 untuk menggelar aksi demo terkait persoalan harga Gambir yang kian terpuruk.

Dalam aksi tersebut, massa bakal menuntut dan meminta Pemerintah Daerah untuk memperhatikan kondisi masyarakat petani Gambir. Untuk pelaksanaan aksi itu, petani Gambir juga telah mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke Mapolres 50 Kota.

Rencana aksi ratusan petani Gambir di Kabupaten Limapuluh Kota itu telah beredar di berbagai Media Sosial (Medsos) dalam dua hari ini. Dalam surat pemberitahuan tersebut, aksi massa dikoordinir oleh En Fitranes.

” Kami sampaikan bahwa kami petani Gambir Kabupaten Limapuluh Kota akan menggelar aksi massa untuk menuntut dan meminta Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota lebih memperhatikan kondisi masyarakat petani Gambir,” tulisnya dalam surat pemberitahuan aksi itu.

HARGA ANJLOK 

Anjlok harga jual Gambir saat ini disebutkan Toke bernama Chandra. Sebelumnya harga jual sempat menyentuh harga Rp. 100 ribu untuk Gambir kualitas bagus atau nomor satu.

” Untuk saat ini harga jual Gambir turun, yang biasanya (tiga bulan lalu) kita jual Rp. 75 ribu, kini Rp. 50 Ribu per Kilogramnya untuk Gambir kualitas bagus atau nomor satu,” ucap Chandra, pelaku usaha Gambir.

Penurunan atau anjloknya harga Gambir sangat dirasakan oleh banyak pihak. Sebab sebelumnya harga jual sempat menyentuh harga Rp. 100 ribu.

” Saya rasa banyak pihak yang menjerit dengan kondisi harga saat ini. Kondisi ini sudah hampir tiga bulan, suasana tidak bagus,” ucapnya.

Sementara untuk Gambir dari daerah lainnya di luar Kabupaten Limapuluh Kota, masih bisa terjual hingga Rp. 65 ribu.

” Untuk Gambir dari Siguntua, masih sanggup dibeli dengan harga Rp. 65 ribu, kalau kita paling tinggi Rp. 50 hingga Rp. 55 ribu untuk kualitas bagus,” jelasnya.

Menurut Chandra perbedaan harga tersebut terjadi karena pembeli telah mencoba untuk memisahkan (tes) Gambir warna Coklat dan Hitam.

” Yang menjadi kendala berat untuk dijual adalah Gambir warna coklat. Mungkin pembeli juga telah pernah melakukan ujicoba terhadap Gambir Coklat dan Hitam.  Kita berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, umumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, seharusnya tidak boleh Gambir dicampur dengan zat lain.” Tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *