Scroll untuk baca artikel
Berita

Aksi Demo Petani Gambir di Kabupaten 50 Kota, Tuntut Standar Harga dan Kualitas Gambir

×

Aksi Demo Petani Gambir di Kabupaten 50 Kota, Tuntut Standar Harga dan Kualitas Gambir

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Sejumlah aspirasi disampaikan petani dan pelaku usaha Gambir yang melakukan aksi demo di Kantor Bupati Limapuluh Kota kawasan Bukik Limau Kecamatan Harau, Senin pagi 27 Oktober 2025. Selain menuntut adanya standar harga dan kualitas Gambir, petani juga meminta adanya Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati untuk mendukung Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 14 tahun 2025 tentang Komuditas unggulan Perkebunan Gambir.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam aksi yang dikawal anggota Kepolisian dari Mapolres 50 Kota, sebagian massa berjalan kaki dari GOR Singa Harau menuju Kantor Bupati. Sepanjang jalan, massa yang berorasi diiringi lagu Tabola-bale, meminta Pemerintah Daerah untuk memperhatikan nasib petani Gambir.

Massa juga membawa dua buah spanduk besar terkait tuntutan kepada Pemerintah Daerah. Dihadapan Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota (Safni-Ahlul Badrito Resha) dan sejumlah kepala OPD serta anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, massa yang melakukan aksi demo secara bergantian kembali melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi atau keinginan mereka.

” Kami tidak tahu kemana harus mengadu, sehingga kami datang kesini. Harga Gambir saat ini anjlok Rp.30 hingga 35 ribu perkilogram. Kami tuntut Bupati menaikan harga Gambir yang kurang stabil,” ucap perwakilan pendemo memulai Orasi.

Massa yang melakukan aksi demo juga mendesak Pemerintah Daerah untuk segera melahirkan Perda/Perbup untuk membantu petani.

” Kami tuntut Bupati naikkan harga Gambir yang kurang stabil, bikin Perda Gambir, sebab banyak kong kalikong. Dengan adanya Perda bisa wujudkan gambir bersih (siapa yang membuat gambir palsu bisa disanksi). Harga saat ini anjlok, dahulu harga Gambir kualitas bagus bisa mencapai Ro. 100 ribu , kini 60 ribu.”tambah Jodi Harjon, petani Gambir asal Nagari Maek.

TAK DIRESPON, PETANI BAKAL DEMO KE KANTOR GUBERNUR

Massa yang melakukan aksi demo mengancam akan kembali melakukan aksi demo jika aspirasi mereka tak direspon, bahkan akan menggelar demo di Kantor Gubernur Sumbar di Kota Padang.

” Dahulu Bupati berjanji akan sejahterakan petani saat kampanye, kami Tuntut Bupati lahirkan Perda/Perbup. Ketika Perda sudah ada, maka akan ada standar harga dan kualitas, sehingga tidak ada yang bisa bermain kotor. libatkan asosiasi dan petani Gambir dalam buat Perda. Kami dukung adanya pabrik Gambir,”ucap Wigel Rahmadanil Petra.

Ia juga mengatakan, jumlah massa yang hadir tidak banyak, dan hanya perwakilan, karena sebagian besar petani lainnya tengah bekerja di ladang Gambir.

” Petani banyak, tapi yang hadir sedikit, karena mereka tengah mencari hidup di ladang, ini perwakilan petani yang hadir. Untuk selanjutnya masyarakat/petani merasa penting dilahirkan Perda/Perbup mungkin lebih banyak, bisa jadi ke Kantor Gubernur kami menuntut.”tutupnya.

Sementara Bupati Limapuluh Kota, Safni mengaku senang dengan adanya tuntutan dari masyarakat atau petani Gambir, sehingga mengetahui apa yang akan dikerjakan kedepannya.

” Kita sebenarnya senang ada tuntutan itu, agar kita juga tahu apa yang akan dikerjakan kedepannya. Nanti pasca audensi akan kita jelaskan semua.” Ucap Bupati kepada wartawan.

Pasca melakukan aksi demo di Kantor Bupati, puluhan massa melakukan audensi dengan Pemerintah Daerah di aula Kantor Bupati setempat. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *