Payakumbuh, Dekadepos.id
Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah atau Pemerintah Kota Payakumbuh sudah meminta Pihak Kepolisian dari Polres Payakumbuh untuk melakukan pemeriksaan atau penyelidikan terkait peristiwa kebakaran yang terjadi di Pusat Pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh pada Selasa shubuh 26 Agustus 2025.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap semua pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan dan tidak menduga dan berprasangka. Pemerintah Daerah juga mengaku prihatin dengan peristiwa kebakaran yang terjadi sehingga menyebabkan kerugian bagi ratusan pedagang.
Pemerintah Daerah berharap agar pedagang sesegera nya bisa berjualan kembali seperti biasanya.
” Kita sudah minta Polres untuk melakukan pemeriksaan atau penyelidikan, mari sama-sama kita tunggu hasil penyelidikan, mudahan sesegera ada hasil. Jangan menduga dan berprasangka,” ucapnya, Rabu siang 27 Agustus 2025 saat diminta tanggapannya terkait dugaan Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) yang menyebut pasar sengaja dibakar.
Sementara terkait beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa akan dilakukan Revitalisasi dengan membongkar dan membangun baru Pasar yang dikaitkan dengan peristiwa kebakaran Pusat Pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh pada Selasa shubuh 26 Agustus 2025, Rida menyebutkan belum ada rencana dari Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melakukan Revitalisasi
” Belum ada kita rencana kita sampai kesitu, yang pasti saat ini bagaimana agar pedagang bisa berjualan kembali. Kemarin Pak Walikota bersama FORKOPIMDA turun ke lapangan untuk mencari tempat relokasi atau penampungan, itu yang penting dulu,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Kembali terbakarnya ratusan Toko di Pusat Pertokoan di Kota Payakumbuh pada Selasa Shubuh 26 Agustus 2025 disebut Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) disengaja dilakukan, sebab kejadian tersebut yang ketujuh kalinya.
Rentang waktu tahun 2016-2017 terjadi beberapa kali kebakaran, bahkan dalam satu bulan terjadi empat kali kebakaran. Dari beberapa kali kebakaran itu menghanguskan beberapa petak toko.
Kebakaran tersebut diantaranya terjadi di Blok Timur diduga disebabkan gulungan obat nyamuk yang diletakkan diatas sekring, hal itu dilakukan dengan harapan saat obat nyamuk habis akan membakar kabel dan menyebabkan korsleting, berikutnya di blok C terjadi kebakaran ditiga titik, beruntung segera diketahui petugas ronda.
Kebakaran berikut di Toko Kenalan dan H. Yusri yang mengharuskan beberapa petak toko.
” Kebakaran yang terjadi saat ini bukan yang pertama, kebakaran sudah terjadi hingga tujuh kali, ada yang berhasil dicegah petugas ronda, namun ada juga yang sampai menghanguskan petak Toko Pedagang,” sebut Ketua IP3, H. Esa Muhardanil didampingi Ady Surya, John Bahar serta belasan anggota IP3 saat mendatangi Balai Wartawan Luak Limapuluh di Ex. Kantor Bupati Limapuluh Kota di Pusat Kota Payakumbuh, Selasa sore 26 Agustus 2025.
Lebih jauh H. Esa menjelaskan, dari peristiwa kebakaran sebelumnya sumber api dari bawah, namun saat ini atau kebakaran yang terjadi Selasa Shubuh 26 Agustus, sumber api disebut berasal dari atas, sehingga petugas ronda atau pedagang sulit mencegah atau memadamkan.
” Kini dibakar dari atas , sehingga tidak bisa kita antisipasi,” tambahnya.
PASAR DIDUGA SENGAJA DIBAKAR
Sementara terkait peristiwa kebakaran yang terjadi, H. Esa menduga karena IP3 menolak keinginan Pemerintah untuk melakukan Revitalisasi.
” Apa hubungannya dengan kejadian kebakaran tadi, karena kita menolak keinginan Pemerintah untuk melakukan Revitalisasi, padahal gedung atau bangunan toko saat ini masih bagus, masih layak dipakai. Dua bulan terakhir, CCTV yang ada di pasar dibongkar. Kita dalam hal ini berburuk sangka Pasar sengaja dibakar, kebakaran saat ini memang disengaja.” Tutupnya. (Edw)















