Payakumbuh, Dekadepos.id
Rencana pemerintah untuk memberikan insentif kepada Penanggung Jawab Program Makan Bergizi Gratis (PIC MBG) di sekolah mendapat sambutan positif dari para guru. Mereka menilai kebijakan tersebut akan menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras dalam mengelola program nasional tersebut di satuan pendidikan.
Upaya memaksimalkan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu terus dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni pemberian insentif bagi guru yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Menurut para guru, insentif ini akan semakin memotivasi mereka dalam memastikan penyaluran makanan bergizi kepada peserta didik berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Selama ini, setiap sekolah memiliki satu PIC yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK) dari pihak sekolah, namun dalam pelaksanaannya banyak guru yang ikut terlibat membantu.
“Iya, program MBG ini sangat baik untuk anak-anak. Kalau ada insentif bagi penanggung jawabnya tentu akan semakin semangat kami mengelolanya,” ujar Rita Gustini, guru SMPN 4 Payakumbuh yang menjadi PIC MBG, Selasa pagi 4 Oktober 2025.
Rita juga menambahkan, selain berharap agar pemberian insentif dapat segera direalisasikan, para guru juga berharap agar program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dengan menu yang lebih beragam dan bergizi seimbang bagi peserta didik.
” Tentu kami berharap insentif tersebut segera terealisasi, dan program MBG ini tetap berlanjut, sebab sangat disukai dan bermanfaat bagi peserta didik,” tambahnya.
Di SMP N 4 Payakumbuh atau yang lebih dikenal dengan sebutan SMP Standar terdapat 925 pelajar dari 29 rombongan belajar (Rombel) atau kelas.
Harapan yang sama juga diungkapkan Plt. Kepala SMPN 4 Payakumbuh, Sri Wahyuningsih, ia juga mendukung pemberian insentif kepada guru atau penangung jawab (PIC) disekolahnya.
” Tentu kita sambut baik rencana Pemerintah yang akan memberikan insentif bagi penanggung jawab (PIC) disekolah.”ujarnya.
Pemerintah melalui BGN dikabarkan tengah menyiapkan beberapa skema pemberian insentif, bergantung pada jumlah peserta didik di masing-masing sekolah. Besaran insentif yang direncanakan berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per hari, dan akan disalurkan melalui SPPG kepada sekolah sebanyak dua kali dalam sebulan.
Para PIC MBG di berbagai sekolah menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah ini. Mereka menilai kebijakan tersebut bukan hanya bentuk dukungan finansial, tetapi juga pengakuan atas peran penting tenaga pendidik dalam menyukseskan program nasional peningkatan gizi anak sekolah. (Edw)















