Scroll untuk baca artikel
Politik

Dies Natalis GMNI Ke-71, Wendy : GMNI Harus Jadi Bagian Kritisi Kebijakan Nasional dan Daerah

×

Dies Natalis GMNI Ke-71, Wendy : GMNI Harus Jadi Bagian Kritisi Kebijakan Nasional dan Daerah

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI), Wendy ajak GMNI Kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota untuk menjadi bagian dalam mengkritisi berbagai Kebijakan Nasional dan Daerah, baik di Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Limapuluh Kota.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dengan berbagai latar belakang yang beragam, diantaranya Bamus, Perangkat Nagari, tenaga kependidikan, Kader GMNI harus menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan berbagai isu Nasional dan Daerah.

Hal tersebut diungkapkan Wendy Ahmad Wahyudi saat memberikan sambutan dalam peringatan Dies Natalis atau hari Kelahiran ke-71 GMNI tahun 2025 dengan menggelar kegiatan Buka Bersama. Kegiatan yang digelar Minggu 23 Maret 2023 di Saung Jalan Bengkulu Kelurahan Ibuah Kecamatan Payakumbuh Barat itu juga diikuti Persatuan Alumni (PA) GMNI dan Gerakan Pemuda Marhen (GPM).

” Iya, kita semua harus menjadi bagian kritis untuk kawal kebijakan Nasional dan Daerah. Kita berasal dari berbagai latar belakang yang beragam untuk mengawal berbagai isu strategis,” ucapnya.

Kedepanya, Wendy juga berharap Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk menghadirkan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) di tiap Kecamatan dan Nagari.

” PR besar kita kedepannya untuk bisa menghadirkan GPM di tiap Nagari dan Kecamatan.” Tutupnya.

Yorry Anetof, Ketua GPM Kabupaten Limapuluh Kota saat memberikan sambutan menyebutkan pihaknya siap memberikan bantuan untuk menumbuhkan Gerakan Marhaen di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

” GPM Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota siap untuk membantu adek-adek GMNI untuk menumbuhkan dan membesarkan Gerakkan Marhaen,” ucapnya.

Lebih jauh Yorry menambahkan, selama ini berbagai kegiatan sosial digelar GPM ditengah masyarakat.

” Selama ini berbagai kegiatan sosial kita gelar ditengah masyarakat, diantaranya bakti sosial saat bencana Galodo Gunuang Marapi.” Tutup Ketua Panita Kegiatan Dies Natalis GMNI Ke-71 itu.

Subur, Ketua GMNI Payakumbuh dan Limapuluh Kota, berharap kedepannya sinergi koordinasi antara kita semua dapat terjaga sampai perjuangan akan berakhir.

” Semoga koordinasi dan sinergi kita semua bisa terus terjalin untuk perjuangan Kaum Marhaen. Ucapnya.

Selain ditingkat Kota dan Kabupaten, Dies Natalis GMNI Ke-71 tahun 2025 juga digelar ditingkat Provinsi dan Pusat. Buka Bersama yang digelar rutin tiap tahun itu, juga menjadi wadah silaturahmi PA GMNI, GMNI dan GPM

GMNI merupakan organisasi mahasiswa ekstra kampus yang didirikan pada 23 Maret 1954 di Surabaya. GMNI merupakan hasil penggabungan dari tiga organisasi mahasiswa sebelumnya, yaitu Gerakan Mahasiswa Marhaen, Gerakan Mahasiswa Merdeka, dan Gerakan Mahasiswa Demokrasi Indonesia.

Marhaenisme pada esensinya adalah sebuah ideologi perjuangan yang terbentuk dari Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi dan Ketuhanan Yang Berkebudayaan Bung Karno. Menurut marhaenisme, agar mandiri secara ekonomi dan terbebas dari eksploitasi pihak lain, tiap orang atau rumah tangga memerlukan faktor produksi atau modal. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *