LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id– Anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky, menuangkan pokok-pokok pikirannya dalam APBD tahun 2025, untuk peringatan Peristiwa Situjuah, sebagai rangkaian dari Hari Bela Negara. Sejak Keppres Nomor 28/2006 tentang Hari Bela Negara diterbitkan, baru sekali ini, ada pokir DPRD Limapuluh Kota, untuk rangkaian Hari Bela Negara. Khususnya lagi untuk memperingati Peristiwa Situjuah.
Kepala Badan Kesbangpol Limapuluh Kota Elsiwa Fajri, didampingi Sekretaris Yan Agusra, Kabid Idiologi dan Wawasan Kebangsaan Zuhardi, serta Kasubid Bina Ideologi Nuriapas, membenarkan, jika anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mengalokasikan pokirnya, untuk mendukung satu dari tujuh rangkaian peringatan Hari Bela Negara di kabupaten ini. Yaitunya, untuk Peringatan Peristiwa Situjuah ke-76 tahun 2025.
“Memang benar, M. Fajar Rillah Vesky, menjadi satu-satunya anggota DPRD Limapuluh Kota yang mengalokasikan pokirnya dalam APBD 2025 untuk rangkaian peringatan Hari Bela Negara, khususnya untuk peringatan Peristiwa Situjuah. Badan Kesbangpol berharap, dalam perubahan APBD 2025 nanti, atau dalam APBD 2026 nanti, ada pokir-pokir sejenis dari anggota DPRD lainnya,” kata Elsiwa Fajri dan Zuhardi, saat glady resik di lapangan Chatib Soelaiman, Situjuah Batua, Selasa siang (14/1/2025).
Camat Situjuah Limo Nagari Rummelia bersama Ketua Panitia Peringatan Peristiwa Situjuah Tingkat Kecamatan, Yusral Dt Tunaro Bagunjo Ameh, serta Sekretaris Nagari Situjuahbatua Firdaus, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Fajar Rillah Vesky, yang sudah mengalokasikan sebagian pokirnya, untuk peringatan Peristiwa Situjuah. Seraya berharap, nantinya juga ada pokir sejenis dari anggota DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR-RI.
“Pemerintah Nagari Situjuah Batua bersama PKK, Karang Taruna, dan panitia di Nagari Situjuah Batua, cukup tertolong, dengan adanya pokir dari anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, untuk peringatan Peristiwa Situjuah. Meski kita sama tahu kondisi anggaran daerah di awal tahun ini yang membutuhkan solusi lanjutan. Tapi ini kami rasa cukup luar biasa. Wujud kepedulian dan baru sekali ini pula, ada pokir untuk Peringatan Peristiwa Situjuah,” kata Drs. Firdaus.
Sementara itu, anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Limapuluh Kota, Sekda, Badan Kesbangpol, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah serta Banggar DPRD, yang sudah mengakomodir aspirasi masyarakat Situjuah Batua, melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD. Sehingga, dalam APBD Limapuluh Kota 2025, sudah ada anggaran untuk peringatan Peristiwa Situjuah.
“Pokok-pokok pikiran DPRD untuk peringatan, Peristiwa Situjuah ini, selain berdasarkan usulan dari nagari. Juga berdasarkan Keppres Nomor 28 Tahun 2006 Tentang Hari Beka Negara, serta Perbup Limapuluh Kota Nomor 34 Tahun 2010 yang telah diubah dengan Perbup Limapuluh Kota Nomor 41 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Bela Negara dan Rangkaian Peristiwanya di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata M. Fajar Rillah Vesky.
Menurut Fajar yang semasa menjadi wartawan sudah menelusuri hampir seluruh daerah basis perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat, mulai dari Limapuluh Kota, sampai ke Solok Selatan dan Sijunjung, termasuk Agam dan Bukitinggi, Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949, adalah tonggak penting dari sejarah panjang perjuangan PDRI. Dalam Peristiwa di Lurah Kincia itu, 69 pejuang kemerdekaan termasuk tokoh-tokoh sipil dan militer berpengaruh, gugur karena membela negara dari gempuran Agresi II Belanda.
“Sepanjang sejarah perjuangan PDRI 1948-1949 di Sumatera yang sudah diakui negara sebagai Hari Bela Negara, korban gugur terbanyak itu ada dalam Peristiwa Situjuah, 15 Januari 1949. Karenanya, Wapres Muhammad Hatta, pasa tahun 1952, berziarah ke makam pejuang Peristiwa Situjuah. Dan sejak 1968 sampai sekarang, setiap tahun, selalu digelar upacara militer di Situjuah Batua. Silih berganti Menteri, Gubernur, Hakum Agung, Duta Besar, dan Bupati, datang memperingati,” kata Fajar Rillah Vesky.
Dalam tiga tahun terakhir ini, menurut Fajar, peringatan Peristiwa Situjuah mengalami kemajuan karena diambil aloh oleh Pemprov Sumbar dibawah kepemimpinan Buya Mahyeldi. “Pemprov Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota, sudah membantu untuk pelaksanaan upacara militer, disertai upacara tabur bunga di tiga nagari. Namun, untuk acara yang digelar masyarakat, itu anggarannya masih terbatas. Itulah yang kita perjuangkan bersama, lewat pokok-pokok pikiran DPRD,” kata Fajar Vesky.
Selain menuangkan pokir untuk mendukung peringatan Peristiwa Situjuah sebagai rangkaian dari Hari Bela Negara, M. Fajar Rillah Vesky berkoordinasi dengan Pemkab Limapuluh Kota, dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olagag, juga menuangkan pokirnya dalam APBD tahun 2025, untuk revitalisasi sarana dan prasarana lapangan Chatib Soelaiman, Situjuah Batua. Direncanakan, akan dilakukan peletakan batu pertamanya pada Rabu, 15 Januari 2025.
Kepala Disparpora Limapuluh Kota Syukri Anda bersama Kabid Sarana Isman, membenarkan, akan ada peletakan batu pertama program revitalisasi sarana dan prasarana lapangan Chatib Soelaiman, Situjuah Batua. “Peletakan batu pertama ini, berdasarkan Rencana Kerja Disparpora dan Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD Limapuluh Kota asal Situjuah Limo Nagari, M. Fajar Rillah Vesky,” kata Syukri Anda. (ds)















