Payakumbuh, Dekadepos.id
Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Pesimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2025 ini akan tercapai sesuai target retribusi yang dibebankan mencapai Rp. 2 Milyar, sebab dengan kondisi Pasar yang sepi saat ini banyak dikeluhkan oleh petugas Parkir, meski baru-baru ini telah dilakukan penambahan dua titik parkir baru untuk menggenjot PAD parkir.
Saat ini PAD parkir baru mencapai angka 40 persen atau sekitar Rp. 800 juta, dari seharusnya bisa diangka 45 persen. Penambahan dua titik parkir baru belum mampu menggenjot PAD. Meski begitu, Dinas Perhubungan tetap maksimal agar PAD bisa terwujud 100 persen.
” Iya untuk PAD retribusi parkir kita diberi target Rp. 2 M, Alhamdulillah sampai saat ini sudah mencapai 40 persen atau sekitar Rp. 800 juta per Juli 2025,” ucap Sekretaris Dinas Perhubungan, Hadiatul Rahmat, Selasa 12 Agustus 2025.
Lebih jauh ia menjelaskan, meski PAD Parkir telah mencapai 40 persen, ia pesimis target yang dibebankan akan tercapai 100 persen hingga akhir Desember nanti.
” Hingga Juli capaian PAD 40 persen (800 juta) dari seharusnya sudah diangka 45 persen. Mudahan kedepanya kita harapkan, akhir tahun hendaknya tercapai.
Perlu kita sampaikan bahwa kondisi sekarang, agak pesimis capai di 2 M karena kondisi Pasar sekarang sepi, semua petugas parkir mengeluh,” ucapnya.
Dua titik penambahan titik Parkir itu menurut Hadiatul “Ul” Rahmat, berada di Simpang Benteng dan GOR M. Yamin.
” Pada tahun 2024 lalu titik parkir kita ada 25 titik, ada penambahan 2 titik di tahun 2025, namun belum mampu menggenjot PAD,” ujarnya.
Sementara pada tahun 2024 lalu, Capaian PAD Parkir mencapai 98,5 persen atau sekitar Rp. 1,8 Milyar dari target yang sama.
” Pada tahun 2024 lalu pencapaian PAD kita 98,5 persen atau Rp. 1,8 Milyar. Kedepannya kita sudah wanti-wanti k pada petugas parkir, jangan ada titik parkir yang tidak disetor ke daerah, kita tiap hari monitor ke lapangan.”tutupnya. (Edw)
















perbaiki rambu rambu yang terpasang di kota payakumbuh, antara lain : rambu dilarang parkir dekat ibnu sina : seharusnya menghadap ke arah smp fidelis bukan ke menghadap rs ibnu sina, rambu perboden di dekat soto che ; seharusnya di sebelah kiri bukan di kanan, bundaran yang ada di kota payakumbuh satupun tak ada yang mengikuti bundaran, seharusnya arah kendaraan mengikuti bundaran