Payakumbuh, Dekadepos.id
Beredarnya Video Dugaan LGBT dua orang remaja laki-laki di Kota Payakumbuh yang melakukan aktivitas seks menyimpang, mendapat berbagai tanggapan dari pengguna Media Sosial (Netizen), bahkan ada yang menduga masih banyak hal serupa yang belum ketahuan.
Hal tersebut diungkapkan Netizen di kolom komentar akun Instagram Payakumbuhkini beberapa menit setelah postingan video berdurasi 8 detik itu viral.
” Iko mungkin nan ketahuan Jo gak nyo, nan lain pasti banyak lai,” tulus dariongalawa, sambil menyematkan emoji tepuk tangan dan marah.
Lain lagi yang ditulis pengguna dengan nama hendrycreatv. Ia menyebut hal tersebut bukan hal yang tabu di Sumatera Barat.
” Sebenarnya untuk Sumatra barat ini bukan hal yg taboo lagi, ini penjahat setan laknatulahi alaih….. Dari hasil survey.. Sumatera Barat peringkat 2 LGBT setelah bumi pasa,” tulisnya.
Sedangkan Annisatahdiyatuss menulis bahwa penyimpangan seks atau LGBT yang terjadi adalah penyebab tidak turun hujan di Payakumbuh.
“Mgkin ko salah satu penyebab Payokumbuah Ndak turun hujan….” Duganya.
Lebih tegas pengguna Ig lainnya menulis bahwa itu adalah ciri atau tanda kiamat akan datang/tiba.
” Lh banyak bana ciri .. ka kiamat” tulus Defritaita.
MUI MINTA PEMKO SERIUS, PENYAKIT MASYARAKAT HARUS DIBERANTAS
Sementara Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh, Ust. Hannan Putra saat diminta tanggapannya terkait video dugaan LGBT di Payakumbuh mengatakan bahwa jika benar dua orang remaja pria dalam video yang beredar adalah warga Payakumbuh, itu artinya anak kemenakan yang tentu saja harus menjadi perhatian bersama.
” Jika benar video yang beredar/dimaksud adalah warga Payakumbuh, artinya itu anak kemenakan kita, maka tentu saja menjadi pembahasan serius semua stakeholder, ini PR kita bersama,” ucapnya Sabtu siang 5 Juli 2025.
Lebih jauh ia mengatakan, semua pihak harus memikirkan secara serius agar berbagai Penyakit Masyarakat (PEKAT) bisa dibertantas dan tidak berkembang.
” Penyakit Masyarakat (PEKAT) harus diberantas agar tidak berkembang, MUI pernah berkonsultasi dan mengusulkan kepada Pemko agar diadakan pertemuan terbatas untuk merehabilitasi korban LGBT,” tambahnya.
MUI juga meminta Pemerintah Kota Payakumbuh untuk serius memikirkan persoalan LGBT di Payakumbuh.
” Kita minta secara serius kepada Pemko supaya bisa memikirkan persoalan ini (LGBT) secara serius. Kita dari MUI juga siap berkontribusi secara syariat, apa langkah-langkah untuk penanganan kasus-kasus semacam ini. Kita desak Pemerintah Kota agar lebih serius, lebih cekatan dalam membendung penyimpangan, penyakit masyarakat.” Tutupnya. (Edw/Rel)















