Bukittinggi, Dekadepos.id
Pilar-Pilar Sosial yang ada ditengah masyarakat diingatkan untuk terus membangun komitmen dalam membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang ada ditengah-tengah lingkungan mereka. Sebab berbagai permasalahan sosial tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah.
Semua pihak juga harus berkomitmen bahwa permasalahan sosial adalah masalah dan tanggung bersama, sehingga persoalan tersebut jangan dibiarkan berlarut-larut. Hal tersebut diungkapkan
Agus Widiatmo, narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pertemuan Pilar-Pilar Sosial Kota Payakumbuh angkatan IX yang digelar 15-17 Juli 2024 di Kota Bukittinggi.
” Iya, kita sebagai bagian dari Pilar-Pilar Sosial harus terus membangun komitmen bahwa permasalahan sosial adalah masalah dan tanggung bersama, sehingga persoalan tersebut jangan dibiarkan berlarut-larut, sebab penanganan masalah sosial tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah,” ucapnya, Selasa pagi 16 Juli 2924 saat memberikan materi dihadapan puluhan peserta yang merupakan Pilar-Pilar Sosial Kecamatan Payakumbuh Barat, Lamposi Tigo Nagari (LATINA) serta wartawan yang tergabung dalam Balai Wartawan Luak Limopuluah.
Agus Widiatmo juga menambahkan, melalui kegiatan atau Forum BIMTEK yang digelar dapat membangkitkan tekad, sehingga kedepannya semua pihak bisa berkolaborasi secara sinergis dalam melakukan penanganan terhadap berbagai permasalahan sosial.
” Melalui Forum ini kita bangkitkan tekad, sehingga kedepannya bisa berkolaborasi secara sinergis dalam penanganan berbagai permasalahan sosial, sebab Pilar-Pilar Sosial Berperan Besar Dalam Wujudkan Kesejahteraan Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),” tambahnya.
Agus juga menyebut bahwa sebagian besar permasalahan sosial yang muncul ditengah-tengah masyarakat dipicu dan dipacu karena faktor kemiskinan. Penanganan permasalahan memiliki Payung hukum, diantaranya UUD 45 pasal 34, UU Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial serta UU Nomor 10 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.
Lebih jauh Agus mengatakan bahwa untuk mengatasi berbagai persoalan sosial masyarakat harus saling menguatkan, tidak gampang terprovokasi.
” Diantara hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan sosial adalah, masyarakat harus saling menguatkan, tidak gampang terprovokasi, sehingga mewujudkan ketahanan sosial,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Supardi saat memberikan sambutan sekaligus membuka BIMTEK mengatakan bahwa Payakumbuh meskipun merupakan kota kecil, namun menyimpan berbagai persoalan sosial.
” Payakumbuh, meskipun merupakan Kota kecil, namun menyimpan berbagai persoalan sosial. Kenapa di Payakumbuh banyak pilar-pilar Sosial, karena Payakumbuh menyimpan persoalan sosial yang tidak terendus oleh kita bersama, dimana nantinya akan jadi bom waktu,” ujar Politisi Gerindra itu.
Bakal Calon Walikota Payakumbuh itu juga mengatakan bahwa, Payakumbuh menyimpan banyak pengangguran dari kelas pendidikan elit. Bahkan menurut Supardi saat ini kepekaan ditengah-tengah masyarakat semakin hari semakin berkurang.
” Kepekaan semakin hari semakin hilang, persoalan itu (Stunting, Busung Lapar) kita anggap masalah dinas dan bukan persoalan kita. Kepekaan itu lambat laun menjadi biasa. Untuk itu dalam kegiatan ini kita juga libatkan Media sebagai corong informasi agar kita semua bisa peka terhadap berbagai persoalan sosial yang ada.” Ucapnya. (Edw)















