Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Puluhan pelajar SMP Fidelis Kota Payakumbuh mendatangi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh d Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, ditempat yang dahulu bernama Lapas anak itu, puluhan anak-anak yang dibimbing langsung penyuluh agama Provinsi Sumatera Barat, Ningsih itu, datang untuk melihat langsung kehidupan anak-anak yang saat ini menjalani pembinaan karena melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum, selain itu juga untuk mengambil hikmah untuk hati-hati dalam kehidupan agar tidak merusak masa depan, terutama masalah Narkoba dan pelanggaran hukum lainnya.
Di LPKA, puluhan pelajar Fidelis yang juga didampingi beberapa orang guru, disambut langsung Kepala LPKA dan beberapa orang staff. Mereka membaur bersama puluhan Anak Binaan di Aula LPKA.
” Iya, hari ini kita membawa puluhan pelajar (Murid) SMP Fidelis untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke Lapas Anak (LPKA), kunjungan ini merupakan kegiatan sekolah, mudah-mudahan jadi suatu pembelajaran yang sangat luar biasa bagi murid kami,”ucap Ningsih, penyuluh agama provinsi Sumatera Barat yang memimpin rombongan, Kamis siang 29 Oktober di LPKA Payakumbuh.
Ningsih juga menambahkan, kunjungan ke LPKA dilakukan juga untuk memotivasi anak binaan agar nanti menjadi manusia berguna bagi orang tua, sebab masa depan masih panjang, sehingga saat dibina tetap belajar dan gunakan kesempatan dengan baik.

” Kuta harapkan anak-anak kita yang tengah menjalani pembinaan untuk memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar, dan bagi murid kami (Fidelis) yang hari ini ikut dalam rombongan, untuk jadikan pelajaran nanti di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. Serta yang terpenting tidak merusak masa depan.”tutupnya.
Sementara Kepala LPKA Kelas II Payakumbuh, Nofrizal menyebut bahwa OBRAS merupakan inovasi yang dilahirkan LPKA.
” Obrolan Ringan Anak Sebaya(OBRAS) merupakan Inovasi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Pati, OBRAS kita harapkan dapat memberikan manfaat bagi anak yang dibina di LPKA maupun mereka (anak sebaya) yang datang. Mereka yang dibina bisa bersemangat jalani pidana, karena bersosialisasi dengan teman sebaya yang datang, dan mereka yang datang juga bisa melihat bahwa jika mereka berbuat (melakukan perbuatan pidana) seperti anak yang ada di LPKA, Maka mereka berpotensi masuk ke LPKA sehingga mereka bisa mengantisipasi sedari dini.” ucap
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Payakumbuh, Nofrizal didampingi Kasubsi Perawatan, Romi Febri Yeldi dan Staf Pembinaan, Erwinsyah.
Ia juga mengatakan, Inovasi OBRAS dilaunching 16 Februari 2023 di Aula Lapas di Kawasan Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten 50 Kota, diharapkan untuk Memaksimalkan Pembinaan di LPKA, terutama untuk memotivasi anak binaan dalam bersosialisasi dan menjalin persahabatan.
” Lahirnya Inovasi tersebut berawal dari kekhawatiran orang tua dan guru tentang perilaku anak yang cenderung menyimpang dan berpotensi untuk melakukan tindak pidana, sementara disisi lain anak binaan membutuhkan motivasi dari anak sebaya agar bisa hidup normal layaknya seperti mereka meski tengah menjalani pembinaan. Inovasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi sekolah dan forum anak lainnya yang ingin bergabung, mereka bisa saling bercengkrama saling berbagi pengalaman, bergembira sambil menikmati music grup band anak binaan, sejenak melepaskan penat juga permasalahan hidup. Pulangnya anak sebaya kembali ketempat masing-masing akan membawa kenangan, sehingga mereka (anak sebaya.red) yang berasal dari luar LPKA mendapatkan pelajaran untuk tidak melakukan perbuatan melanggar hukum,”tambah Nofrizal.
Sebelumnya, berapa sekolah dan lembaga serta OPD di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat telah datang untuk mengikuti inovasi OBRAS dengan kegiatan ngobrol santai, bermain berbagai jenis permainan, bermain musik dan lainnya.
Saat ini di LPKA Tanjung Pati terdapat puluhan orang yang terdiri dari Anak Binaan dan perempuan dewasa. Mereka tersangkut perkara Undang-undang perlindungan anak, Narkoba dan pencurian serta lainnya. (Edw).












