Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Limapuluh Kota mendapat apresiasi luas setelah mencatatkan peningkatan signifikan dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ketua BAZNAS Limapuluh Kota, H. Yulius, M.Ag., Ph.D, bersama jajaran pengurus yakni Dt. Ulak dan Gusri, ikut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, capaian luar biasa BAZNAS Limapuluh Kota ikut menjadi perhatian.
Data menunjukkan, pada tahun 2022 jumlah zakat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp4,3 miliar. Angka itu meningkat pesat hingga tembus Rp10,7 miliar pada akhir tahun 2024. Lonjakan ini disebut sebagai bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
Tak hanya itu, dalam Rakornas juga terpantau adanya dukungan dari BAZNAS Pusat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ratusan juta rupiah dana akan disalurkan ke Kabupaten Limapuluh Kota guna mendukung program-program keumatan.
“Atas nama masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kerja keras BAZNAS Limapuluh Kota. Semoga di bawah nakhoda kepemimpinan saat ini, BAZNAS semakin berkembang dan mampu menjadi semacam APBN kedua dalam mengatasi persoalan keumatan,” ujar Ketua Persatuan Walinagari Kabupaten Limapuluh Kota (PERWANALIKO), Idris lewat pesan WhatsApp yang memberikan apresiasi saat hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS di Jakarta baru-baru ini.
Pencapaian ini diharapkan semakin memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga resmi dalam memberdayakan umat, baik melalui program pendidikan, kesehatan, maupun penguatan ekonomi masyarakat.
Lebih jauh Idris mengatakan bahwa PERWANALIKO juga banyak merasakan dampak dari berbagai program bantuan dari BAZNAS.
” Sebagai Ketua forum PERWANALIKO kita juga merasakan begitu banyak nya bantuan yang diterima oleh Nagari, sehingga kita imbau masyarakat dan semua elemen masyarakat menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kabupaten Limapuluh Kota,
sehingga program bidang kesehatan, pendidikan serta usaha dan bencana serta dakwah semangkin dapat di tingkatkan secara kuantitas. Sementara bagi mustahik yang menerima bantuan mendapatkan manfaat yang lebih baik untuk kehidupannya kelak.” Tutup Idris. (Edw)















