Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Solusi Pemindahan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Payakumbuh, H. Desra: Manfaatkan Pusat Pertokoan Blok Timur, Masih Banyak Petak Toko yang Kosong

×

Solusi Pemindahan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Payakumbuh, H. Desra: Manfaatkan Pusat Pertokoan Blok Timur, Masih Banyak Petak Toko yang Kosong

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, Dekadepos.id – Memasuki hari ke tujuh pasca kebakaran pusat pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh, sampai saat ini belum ada tanda-tanda bagaimana nasib ratusan pedagang yang menjadi korban kebakaran tersebut akan ditempatkan.

Meski Pemko Payakumbuh sudah  mempersiapkan tiga lokasi penampungan yakni memanfaatkan ruas jalan Sutan Usman, kawasan belakang Pos Kota Polres Payakumbuh atau Terminal Sago dan Jalan Arisun di tengah pasar, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda kios penampungan untuk pedagang korban kebakaran tersebut akan dibangun.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Payakumbuh, Muslim, menyampaikan bahwa, di Jalan Sutan Usman akan dibangun 120 unit kios berukuran 2×2,5 meter. Sementara di belakang Pos Kota akan dibangun 48 unit, dan di Jalan Arisun akan dibangun  sekitar 50 unit kios.

TAWARKAN SOLUSI

Terkait rencana pembangunan kios penampungan untuk korban kebakaran tersebut,  H.Desra menawarkan solusi kepada Pemko Payakumbuh agar memanfaatkan pusat pertokoan Blok Timur yang saat ini masih banyak yang kosong.

Dikatakan H. Desra, mengutip keterangan Walikota Payakumbuh, Zulmaeta menyatakan bahwa penyediaan kios darurat tidak sederhana. Artinya, perlu dana, lokasi, dan perencanaan matang. Tapi pemerintah akan berusaha maksimal agar pedagang bisa segera berjualan lagi.

Meski awalnya, Pemko berencana merelokasi pedagang korban kebakaran ke pusat pertokoan Blok Timur, namun dibatalkan setelah ditinjau lahan tersebut ternyata milik pihak lain.

” Pertokoan  Blok Timur tersebut kami yang membangun atau investornya. Pertokoan Blok Timur tersebut  sudah diserahterimakan kepada Pemko Payakumbuh pada tahun 2007. Artinya, asset tersebut sudah milik Pemko Payakumbuh dan Pemko wajib merawat dan memberdayakannya, ” ungkap H.Desra.

Diakui H.Desra sebagai investor, dia hanya memegang hak sewa, karena toko di lantai 2 yang dibangun oleh investor tidak ada peminatnya, makanya hak sewanya diberikan kepada pihak investor.

” Satu-satunya investor yang berani membangun Pasar Payakumbuh adalah H.Desra. Walaupun sebagai investor Saya  rugi Rp4,6 Milliar, investor tidak mendapat hak pengelolaan karena perjanjian yang dibuat dengan Pemko Payakumbuh ketika itu adalah profit sharring. Dimana jika terjadi kerugian terhadap toko yang dibangun tidak ada peminat, maka kerugian ditanggung sendiri oleh investor, ” terang H. Desra.

Lebih jauh diungkapkan H. Desra, sesuai kesepakatan saat pembangunan pusat pertokoan Blok Timur Pasar Payakumbuh itu dibangun,  setelah toko selesai dibangun oleh investor langsung menjadi asset Pemko Payakumbuh tanpa kompensasi pengelolaan selama 20-25 tahun seperti yang biasa dilakukan oleh investor lain seperti pembangunan bekas kantor Walikota lama disamping Bank Nagari.

H. Desra ketika dihubungi mengatakan, salah satu penyebab tidak berminatnya pedagang ke lantai 2 disebabkan oleh konsumen enggan atau malas turun naik tangga

  • Solusinya jika pusat pertokoan Blok Timur itu dimanfaatkan sebagai lokasi pemanpungan untuk pedagang korban kebakaran pasar Blok Barat,  maka Pemko harus membangun lift menuju lantai 2.

” Jangan mengunakan eskalator, disamping harganya mahal biaya perawatan juga mahal apalagi di luar ruangan cepat rusak. Lebih baik Pemko mengunakan lift yang harganya saat ini lebih murah untuk 2 lantai, ” ungkap H.Desra.

Terkait masalah penampungan sementara yang akan dibangun oleh Pemko Payakumbuh, H.Desra menyatakan, lebih baik manfaatkan dulu asset Pemko yang ada di pusat pertokoan Blok Timur supaya masalah pedagang cepat teratasi.

” Masalah penampungan ini hitungan hari karena ini menyangkut hajad hidup orang banyak. Tinggal Pssßemko merawat asset yang ada plus menambah fasilitas penunjang seperti lift sehingga asset tersebut bermanfaat. Diperkirakan harga lift untuk 2 lantai yang paling mahal dengan kualitas bagus saat ini satu unit  berkisar Rp 12 juta, ” ulas H.Desra.

H. Desra berpendapat, jika membangun penampungan sementara Pemko Payakumbuh harus mempertimbangkan banyak hal, seperti keamanan barang dagangan pedagang, kemacetan dan kenyamanan pemilik toko yang berada dekat penampungan sementara yang akan direncanakan sehingga tidak merugikan pemilik toko yang ada saat ini.

Intinya, pungkas H.Desra, sebagai investor yang membangun pusat pertokoan Blok Timur yang kini kondisinya masih banyak yang kosong, dia bersedia atau setuju jika pusat pertokoan Blok Timur tersebut  dimanfaatkan Pemko Payakumbuh untuk tempat penampungan pedagang korban kebakaran pusat pertokoan Blok Barat. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *