Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPolitik

Reses, Anggota DPRD Minta Pemda Percepat Perbaikan Jalan yang Dibiayai Tambahan Dana TKD

×

Reses, Anggota DPRD Minta Pemda Percepat Perbaikan Jalan yang Dibiayai Tambahan Dana TKD

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA,dekadepos.id- Seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Limapuluh Kota, sejak Selasa (28/7/2026), sampai Kamis (30/7/2026), melaksanakan reses masa sidang ketiga tahun sidang 2025-2026. Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky, mengawali masa resesnya dengan menemui puluhan tokoh masyarakat Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Dalam pertemuan yang berlangsung setelah Musrenbang RKP Nagari Tungkar itu, Fajar Rillah Vesky tidak hanya menampung puluhan usulan pembangunan untuk tahun 2028. Anggota Komisi II DPRD yang membidangi urusan ekonomi pembangunan, dengan mitra kerja diantaranya adalah Bapelitbangda, Badan Keuangan, Dinas Pekerjan Umum, Dinas LHKP, Disparpora, Dishub, BPBD, dan Diskominfo ini menyampaikan berbagai informasi terkait pembangunan daerah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Fajar Rillah Vesky menyebut, pada akhir 2025 lalu, APBD Limapuluh Kota tahun 2026 diketahui mengalami pengurangan penerimaan Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp145 miliar lebih. Namun, pada Februari 2026, pemerintah pusat melakukan penyesuaian TKD untuk daerah terdampak bencana. Sehingga dengan kebijakan itu, Kabupaten Limapuluh Kota, mendapat tambahan dana TKD sebesar Rp135 miliar.

“Dari Rp135 miliar tambahan dana TKD itu, sebanyak Rp78 miliar dialokasikan Pemkab Limapuluh Kota untuk bidang pekerjaan umum. Dari Rp78 miliar tersebut, sekitar Rp6 miliar dialokasikan pemerintah daerah melalui Perbup Pergeseran APBD,.untuk 12 program dan kegiatan yang terkait dengan perbaikan jalan, plat duicker, dan pipanisasi di Kecamatan Situjuah Limo Nagari,” kata Fajar Rillah Vesky.

Fajar menjelaskan,, diantara perbaikan sarana dan prasarana umum terdampak bencana alam di Situjuah Limo Nagari, yang sudah masuk dalam daftar program dan kegiatan bersumber dari penyesuaian atau tambahan dana TKD 2026 adalah perbaikan jalan Situjuahbatua-Sawahlaweh. Tepatnya jalan yang terban/longsor di kawasan pendakian Ikua Koto, sebelum masuk wilayah Pondam, Sawahlaweh.

Kemudian, perbaikan jalan Tungkar-Simbatak yang longsor di kawasan Ateh Kubu, Jorong Dalam Nagari, atau di dekat jalan masuk menuju Masjid Baitul Huda Tungkar. Selanjutnya, perbaikan ruas jalan Sialang-Sungailansek yang amblas/ambrol di Sungai Lansek. Serta, perbaikan plat duicker Puncak KB yang rusak akibat longsor di Jorong Taratak, Tungkar.

Selain itu, menurut Fajar, juga ada anggaran untuk perbaikan jalan Ladang Laweh-Batas Tanah Datar di Nagari Situjuah Ladang Laweh yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu. Kemudian ada pula alokasj anggaran untuk perbaikan ruas jalan Ambacang-Labuahbasilang di pusat Jorong Koto, Situjuah Batua, serta perbaikan jalan samping kantor wali nagari Situjuah Batua atau jalan ke Jorong Lakuang.

Disamping itu, tambahan dana atau penyesuan dana TKD 2026, juga sudah dialokasikan Pemkab Limapuluh Kota untuk perbaikan jalan Manggih-Batas Kota Payakumbuh di Jorong Tanjuang Simantuang, Situjuah Gadang, yang sempat viral di media sosial, karena ditambal sulam warga menggunakan uang hasil penjualan kerupuk ubi. Kemudian, juga ada perbaikan ruas jalan Situjuah Banda Dalam-Ladang Laweh yang kemungkinan besar lokasinya adalah di kawasan Lokuak Pangorangan, Situjuah Ladang Laweh.

Fajar Rillah Vesky menyampaikan apresiasi kepada bupati, wakil bupati, Sekda, para Asisten dan kepala OPD, serta seluruh jajaran Pemkab Limapuluh Kota yang sudah mengalokasikan tambahan dana TKD dari pusat, untuk penanganan lokasi bencana alam di Situjuah Limo Nagari dan untuk perbaikan infrastruktur umum yang rusak. Fajar berharap, anggaran yang sudah dialokasikan itu segera diserap, dengan mempercepat program dan kegiatan.

“Tambahan dana TKD atau penyesuaian dana TKD untuk membiayai program dan kegiatan pemulihan saranan dan prasarana umum yang rusak akibat bencana alam, ataupun untuk mitigaai bencana alam dan peningkatan kualitas pelayanan publik, baik di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kecamatan Luhak, Kecamatan Lareh Sago Halaban, agar segera dilaksanakan OPD teknis. Sesuai imbauan yang disampaikan Kemendagri beberapa hari lalu,” kata Fajar Vesky.

Fajar juga meminta akselerasi program dan kegiatan fisik yang dibiayai tambahan TKD, 2026 itu, tetap dilaksanakan OPD-OPD teknis di Limapuluh Kota, dengan mempedomani peraturan perundang-undangan. Sepanjang tidak ada niat jahat dan dilaksanakan sesuai SE Mendagri Nomor 900.1.3./1084/SJ Tentang Penyesuaian TKD Bagi Daerah Terdampak Bencana, OPD-OPD teknis tidak perlu takut melaksanakan program dan kegiatan. Apalagi, sebelum pengalokasikan anggaran lewat Pergeseran APBD, sudah ada review dari APIP.

Disamping itu, Fajar Rillah Vesky meminta ketegasan dan kepastian dari pemerintah daerah, terkait penanganan beberapa titik lokasi bencana alam yang belum termasuk dalam daftar penanganan menggunakan tambahan dana TKD 2026. Seperti, penanganan jalan amblas yang membuat lubang mirip sinkhole di Situjuah Ladang Laweh. Kemudian, penanangan jalan longsor di Puncak KB, Jorong Taratak, dan penanganan pipa Pamsimas yang putus akibat longsor di Jorong Sungai Lansek, Tungkar.

“Untuk lokasi bencana alam yang tidak ada program dan kegiatannya dalam daftar penggunaan dana tambahan TKD 2026. Maka, harus ada kepastian anggaran dan kepastian penanganan dari pemda. Apakah menggunakan dana BTT (Biaya Tidak Terduga) yang ada dalam pos APBD induk atau menggunakan tambahan BTT yang dialokasikan pula dalam tambahan dana TKD. Jangan karena kegagalan pemkab saat melakukan tanggap darurat beberapa bulan lalu, membuat masyarakat menjadi teraniaya dan membuat pemerintah nagari menanti-nanti dalam ketidakpastian,” kata Fajar Rillah Vesky. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *