Payakumbuh, Dekadepos
32 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pati secara resmi diwisuda setelah berhasil menuntaskan program pembinaan keagamaan dan pendalaman Al-Qur’an dengan membaca Iqra . Acara wisuda iqra yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 13 Desember 2025, ini menegaskan komitmen Lapas dalam menjalankan fungsi pembinaan berbasis spiritual dan mental.
Kegiatan wisuda dihadiri oleh sejumlah pejabat serta tokoh agama dari lingkungan Kemenag Kota Payakumbuh, menandai keberhasilan pembinaan yang terintegrasi di dalam Lapas.
Agung Lestara, Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menekankan bahwa ilmu yang diperoleh WBP harus menjadi fondasi utama dalam proses perubahan diri.
“Wisuda Iqra ini merupakan indikator keberhasilan program reintegrasi sosial. Ilmu agama yang telah didapatkan di Lapas ini adalah bekal terpenting, menjadikannya pondasi kuat bagi WBP untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang religius dan bertanggung jawab,” ucap Agung Lestara.
Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh, Syafrizal., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
“Kami mengapresiasi tinggi kolaborasi pembinaan di Lapas Tanjung Pati. Keberhasilan 32 WBP ini merupakan pencapaian kolektif dalam mewujudkan tugas kemenag dan pemasyarakatan. Semoga ilmu ini menjadi penyelamat dan membawa keberkahan saat mereka kembali berkumpul dengan keluarga,” ujar Syafrizal.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Pati Elfiandi, menyatakan dukungan penuh institusi terhadap setiap upaya pemulihan spiritual WBP.
“Lapas adalah tempat pembinaan, dan program keagamaan ini adalah intinya. Kami berkomitmen penuh menyediakan fasilitas dan mentor terbaik untuk memastikan setiap WBP memiliki kesempatan nyata untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang bermartabat,” jelas Kalapas.
Suasana haru tercipta saat M. Rifai dan rekan-rekan menyampaikan testimoni mewakili para wisudawan. Mereka menceritakan dampak positif dari program ini terhadap mental dan spiritual mereka.
“Kami mengakui kesalahan masa lalu. Namun, di dalam Lapas ini, kami menemukan kembali jalan yang benar melalui belajar membaca Al-Qur’an dengan dibantu Iqra. Kesempatan ini adalah hadiah terbesar, dan kami berjanji untuk menjaga amanah ilmu ini sebagai bekal tobat dan kehidupan,” tutur M. Rifai.
Ustaz Zendra Rosada, mewakili Tim Penyuluh Agama, memberikan tausiyah penutup yang berfokus pada pentingnya konsistensi setelah wisuda.
“Wisuda Iqra ini adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik. Jaga selalu ibadah kalian, jadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk harian. Konsistensi dalam hijrah adalah kunci kebahagiaan sejati,” pesan Ustaz Zendra.
Di akhir acara, diumumkan nama-nama WBP yang menunjukkan prestasi akademik terbaik dalam program pembinaan, sebagai bentuk motivasi dan penghargaan.
Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi WBP untuk bersilaturahmi dengan pihak keluarga, sekaligus menjadi simbol dukungan moral penuh dari keluarga terhadap proses perubahan para wisudawan. (Edw/Rel)















