Oleh : Risydahayati, S.Pd.I
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan strategi pembelajaran yang ideal. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan model Problem Bassed Learning (PBL). untuk meningkatkan hasil belajar PAI siswa.
Penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan prasiklus dan dibagi menjadi dua siklus. Perencanaan, pelaksanaan tindakan, obeservasi, evaluasi, dan refleksi adalah bagian dari setiap siklus. Studi ini dilakukan pada siswa semester satu (ganjil) kelas V di SDN 02 Ampek Surau 2024/2025. Menurut hasil penelitian yang dilakukan pada 13 murid, pada kegiatan pra siklus, ada 6 murid yang tuntas (6%), 7 murid yang belum tuntas (7 %), dengan nilai rata-rata 69,4%. Pada kegiatan siklus I, ada 11 murid yang tuntas (11 %) dengan nilai rata-rat 80.6, sedangkan 2 murid yang belum tuntas (2 %), dengan nilai rata-rata 70,4 % pada siklus ke II.
Siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Murid yang sudah mencapai KKM berjumlah 11(11 %) dan murid yang belum tuntas hanya 2 (2 %) dengan nilai rata-rata 80.6%. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan model Problem Bassed Learning (PBL). dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada murid kelas V SDN 02 Ampek surau pada tahun pelajaran 2024/2025.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Sebab pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas dan juga sumber daya manusia . kualitas sumber daya manusia pada negara kita indonesia terkait dengan pendidikan nasional yang asih di hadapkan di beberapa pertarungan yang signifikan , yaitu rendahnya pemerataan buat memperoleh pendidikan , rendahnya kualitas serta relevasi pendidikan dan juga lemahnya menejemen dalam pendidikan , disamping belum terwujudnya kemandirian serta keunggulan ilmu pengethuan dan teknoloi di kalangan akademis.
Pemerintah, masyarakat, orang tua, dan peserta didik masing-masing bertanggung jawab atas keberhasilan pendidikan mereka. Kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya mendukung pendidikan sangat penting. Setiap orang tua harus mampu memberikan dorongan yang kuat kepada anak-anaknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Selain itu, anggota masyarakat harus memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap anak.
Untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran PAI dapat dicapai oleh siswa, perlu ada upaya yang serius dan terus menerus dalam kegiatan belajar mengajar untuk melihat bagaimana hasil pembelajaran PAI di sekolah dalam kenyataannya. Namun, faktanya adalah bahwa tujuan guru untuk proses pembelajaran di kelas masih jauh dari yang diharapkan. Selama kegiatan pembelajaran, sebagian besar siswa tetap tidak terlibat, yang berdampak pada keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Siswa Kelas V SDN 02 Ampek Surau pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025 yang penulis ampu mengalami kondisi yang sama. Penulis melihat bahwa hanya sekitar 45% siswa mencapai KKM selama proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini, guru harus berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan memilih strategi atau metode pebelajaran yang tepat.
Sangat penting bagi guru untuk memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar PAI siswa dan mendorong mereka untuk menjadi aktif dan kreatif saat belajar. Salah satu cara guru dapat melakukan ini adalah dengan menggunakan media Vidio.
METODE
Subyek Penelitian
Dalam semester satu Tahun Pelajaran 2024/2025, 13 siswa dari Kelas V SDN 02 Ampek Surau perempuan dan 10 laki-laki adalah subjek penelitian tindakan kelas ini.
Waktu Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing berlangsung selama dua bulan. Siklus pertama dimulai pada hari Kamis tanggal 5 Desember 2024, dan siklus kedua dimulai pada hari Selasa tanggal 9 Desember 2024. Siklus kedua dimulai pada hari Senin tanggal 23 Desember 2024.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 02 Ampek Surau selama semester Satu Tahun Pelajaran 2024/2025 untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Langkah-langkah awal dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdapat empat tahap yaitu perencanaan, acting (pelaksanaan), observasi (pengamatan), dan refleksi. Berikut ini adalah gambar keempat langkah dalam PTK:
Rancangan penelitian tindakan yang akan dilaksanakan setiap siklusnya terdiri dari:
a) Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini, tugas yang akan dilakukan adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memenuhi kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V di SDN 02 Ampek Surau. RPP juga harus mengembangkan skenario pembelajaran yang mengikuti konsep pembelajaran model Problem Bassed Learning (PBL). Langkah berikutnya adalah membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), menyiapkan media dan alat yang dibutuhkan siswa, dan membuat format untuk penilaian dan observasi.
b) Pelaksanaan Tindakan
Setelah menyelesaikan tahap perencanaan, penulis melanjutkan ke tahap pelaksanaan tindakan. Saat ini, skenario harus diterapkan. Sebelum pelajaran dimulai, siswa dibagi ke dalam kelompok dan guru memberikan apersepsi. Setelah itu, setiap kelompok membahas masalah dan menunjukkan hasil kerja mereka; kelompok lain kemudian memberikan respons. Pada saat pelajaran selesai, guru dan siswa melakukan tanya jawab dan memberikan kesimpulan tentang pelajaran.
c) Tahap Pengamatan (observasi)
Pada tahap ini, proses observasi dilakukan oleh satu pengamat guru bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Tujuan dari tahap observasi ini adalah untuk mengetahui seberapa baik proses pembelajaran itu sendiri berlangsung, serta seberapa baik tanya jawab yang dilakukan oleh guru dan siswa.
d) Refleksi
Ini adalah proses refleksi yang dilakukan untuk menilai seluruh tindakan yang telah dilakukan. Kita dapat menentukan apakah pendekatan pembelajaran berbasis masalah ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran agama Islam dengan menggunakan pengamatan. Hasil tes Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menunjukkan keberhasilan ini. Pembelajaran sudah dapat dianggap berhasil jika 85% dari 13 siswa, atau 16,15 (dibuang 16), mendapatkan minimal nilai 72. Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Ampek Surau adalah 72 pada tahun 2024-2025.
Siklus kedua akan memperbaiki hasil jika siklus pertama gagal mencapai 85%. Untuk melakukan ini, siklus kedua akan mempertimbangkan masalah atau kekurangan dari siklus pertama untuk diterapkan pada siklus kedua.Tahun akademik 2024–2025 di Ampek Surau
Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1) Teknik Non Tes (Observasi)
Peneliti berkerja sama dengan guru serta orang-orang yang berkompeten untuk mendiskusikan dan merefleksikan hasil-hasil dari pengamatan pada lembar observasi. Lembar observasi terdiri dari dua lembar yaitu observasi guru dan observasi siswa.
2) Teknik Tes (Soal)
Teknis tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes awal (pretes) untuk mengetahui pengetahuan awal siswa terhadap materi baru tersebut sebelum diberikan, kemudian juga ada tes persiklus atau tes akhir (post-tes) untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap pencapaian tujuan Pembelajaran PAI.
3) Wawancara
Wawancara (interview) adalah teknik penelitian yang dilaksanakan dengan cara dialog baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui saluran media tertentu antara pewawancara dengan yang diwawancarai sebagai sumber data. Dalam penelitian ini, peneliti akan mewawancarai guru agama Islam untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai strategi yang digunakan guru tersebut dalam pembelajaran agama Islam melalui pertanyaan atau lembar wawancara yang telah dipersiapkan terlebih dahulu secara teliti dan sesuai dengan tujuan penelitian.
4) Dokumentasi
Dokumentasi yang dimaksud disini adalah catatan-catatan dan tulisan- tulisan yang berisi tentang Jumlah siswa, guru dan karyawan, sarana dan prasarana yang ada di lokasi penelitian.
HASIL
1. Hasil Belajar Prasiklus
Berdasarkan hasil tes formatif pembelajaran prasiklus terhadap 10 orang murid diperoleh hasil yang jauh dari harapan, karena masih banyak murid yang hasilnya masih dibawah KKTP. Ketuntasan yang harus dicapai murid yaitu 75. Hasil tes formatif prasiklus dapat dilihat dari Tabel 1.
Tabel 1. Data Hasil Belajar Murid Prasiklus
No Aspek Deskripsi
1 Jumlah Murid yang ikut Tes 13 Orang
2 Jumlah Murid yang Tuntas 6 Orang (2 %)
3 Jumlah Murid yang tidak Tuntas 7 Orang (8 %)
4 Jumlah Nilai 694
5 Nilai Tertinggi 80
6 Nilai Terendah 55
7 Rata-Rata 69,4
Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh murid adalah 75 dan nilai terendah 65. Nilai rata-rata yang dicapai adalah 69,4.
2. Hasil belajar Siklus I
Setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I, berikut adalah hasil belajar PAI murid siklus I dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi .
Tabel 2. Data Data Hasil Belajar Murid Siklus I
No Uraian Hasil Siklus I
1 Nilai rata-rata tes formatif 74,47
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 6
3 Jumlah siswa yang belum tuntas belajar 7
4 Persentase ketuntasan belajar (%) 63,16%
Perolehan Hasil Belajar Murid Siklus I
Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 6 murid yang telah tuntas sebanyak 6 murid dengan presentase 12 % dan murid yang tidak tuntas sebanyak 7 murid dengan presentase 7%.
3. Hasil Belajar Murid Siklus II
Setelah melaksanakan pembelajaran pada siklus II berikut adalah hasil belajar IPA murid siklus II dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
Tabel 3. Data Perolehan Hasil Belajar Murid Siklus II
No Uraian Hasil Siklus II
1 Nilai rata-rata formatif 81,42
2 Jumlah Siswa yang tuntas belajar 11
3 Jumlah siswa yang belum tuntas belajar 2
4 Persentase ketuntasan belajar (%) 94,74
Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh murid yaitu 81 sedangkan nilai terendah yaitu 70. Nilai rata-rata yang dicapai murid adalah 81,42. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa murid yang telah tuntas sebanyak 11 murid dengan presentase ketuntasan 18 % dan murid yang belum tuntas sebanyak 2 murid dengan presentase 1 %.
PEMBAHASAN
Mengacu pada tahap-tahap kegiatan persiklus, dapat hasil penelitian di atas dapat dijabarkan sebagai berikut.
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini kegiatan yang akan dilaksanakan adalah menyiapkan/menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran Pendidikan Agama islam Kelas V SDN 02 Ampek Surau, dan mengembangkan skenario pembelajaran sesuai dengan konsep pembelajaran model Problem Bassed Learning (PBL).
Kemudian dilanjutkan dengan menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), menyiapkan alat atau media yang diperlukan, menyusun format-format penilaian dan observasi.
b. Pelaksanaan Tindakan
Setelah selesai mempersiapkah berbagai hal dalam tahap perencanaan, maka tahap selanjutnya penulis melakukan pelaksanaan tindakan. Pada tahap pelaksanaan tindakan ini, apa yang dilkukan harus sesuai dengan skenario yang telah direncanakan, yaitu siswa di bagi ke dalam beberapa lompok, guru memberikan apersepsi sebelum memulai kegiatan pembelajaran, setiap kelompok akan membahas permasalahan yang kemudian mempersentasikan hasil kerjanya yang di tanggapi oleh kelompok lain. Selanjutnya pada akhir pembelajaran, guru brsama-sama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab.
e) Tahap Pengamatan (observasi)
Tahap observasi ini dilakukan guna untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran itu sendiri berlangsung. Pada tahap ini proses observasi dilakukan oleh satu orang pengamat yaitu guru bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan lembar observasi yang telah ditentukan.
Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Belajar Murid
Siklus 1 Siklus 2
Nilai Rata- rata 74,47 81,42
Tuntas 63,16% 94,74%
Tidak tuntas 36,84 5,26
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada setiap tahapan. Pada siklus I jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas KKM ada 6 orang (63,13%) dan sebanyak 7 orang (36,84%) siswa belum mendapat nilai tuntas KKM, dan pada siklus ke II sebanyak 11 orang (94,74%) siswa mendapat nilai tuntas KKM dan masih ada 2 orang (5,26 %) siswa yang belum tuntas KKM.
Dari gambaran diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam terjadi peningkatan hasil belajar siswa.
a. Refleksi
Pada tahap refleksi, peneliti menganalisis kelemahan pelaksanaan siklus I, baik dari segi kegiatan guru maupun analisis tingkat motivasi belajar siswa. Refleksi dilakukan pada akhir siklus. Pada tahap ini, peneliti mengkaji pelakasanaan dan hasil yang diperoleh dalam pemberian tindakan. Sebagai acuan dari refleksi ini adalah hasil observasi terhadap segala proses pembelajaran dengan menggunakan Model Problem basic Learning pada semua tahap. Hasil ini digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki serta menyempurnakan perencanaan dan pelaksanaan tindakan pada siklus selanjutnya dengan tahapan yang sama, namun ada perbaikan- perbaikan sesuai temuan.
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Adapun menurut Kunandar, hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap refleksi adalah sebagai berikut:
a. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
b. Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario pembajaran.
c. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk dilakukan pada siklus berikutnya.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil tes dan pengamatan yang dilakukan pada setiap siklus penelitian, dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Ampek Surau. Hal ini dapat dilihat dari :
1. Hasil tes menunjukkan adanya persentase ketuntasan, yaitu pada Siklus I 63,16 % dan meningkat pada siklus II 94,74%.
2. Hasil pengamatan : (1) kegiatan pembelajaran yang semakin tertib, lancar dan kondusif pada setiap siklus, (2) peningkatan kualitas aktivitas ( siswa menjadi lebih aktif) dalam pembelajaran yang menggunakan model problem based learning, (3) peningkatan keadaan siswa yang dilihat dari peningkatan keadaan minat, respon, keaktifan, daya serap siswa pada setiap siklus.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah penulis utarakan diatas, maka ada beberapa
saran yang dapat penulis berikan, yaitu:
1. Guru dapat menggunakan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
2. Guru hendaknya lebih kereatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran khususnya dengan penggunaan metode problem based learning, dengan penggunaan metode ini diharapkan kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa.
3. Guru hendaknya dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
REFERENSI
https://www.kajianpustaka.com/2019/03/penelitian-tindakan-kelas-ptk.htmll Djamaroh, Bahri Saiful.2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineke Cipta
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Cetakan ke 5. Jakarta : PT Rineke Cipta
Abuddin Nata, 2001, perspektif islam tentang pola hubungan guru-murid, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Cholid Narbuko, Abu Achmadi, 2015,Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Bumi Aksara
Dimyati, Moedjiono. 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Djamarah Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta Mulyasa, 2011, Praktik Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Moh. Nazir,2005, Metode Penelitian, (Bogor Selatan: Ghalia Indonesia. Budiningsih, A. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Nasution, S. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung : Penerbit Tarsito
Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2009 Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT Bumi Aksara (*)















