Payakumbuh, Dekadepos.id
Sekolah keagamaan atau madrasah di Kota Payakumbuh mulai membuka pendaftaran sekaligus melaksanakan tes penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026. Pelaksanaan tes ini bahkan lebih awal dibandingkan sekolah umum yang hingga kini belum memulai tahapan seleksi.
Tingginya minat pendaftar terlihat dari jumlah calon peserta didik yang berasal dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Sumatera Barat. Kondisi ini dipicu oleh dibukanya beragam jalur penerimaan yang disiapkan pihak sekolah untuk menjaring siswa baru.
Dalam pelaksanaannya, sekolah menyediakan fasilitas laboratorium komputer dengan sekitar 30 unit perangkat guna membantu peserta yang mengalami kendala jaringan maupun keterbatasan perangkat.
Selain itu, sejumlah peserta juga mengikuti ujian secara daring melalui Zoom, khususnya bagi mereka yang berada di luar daerah seperti Dumai dan Bogor, serta peserta yang sedang dalam kondisi sakit.
” Iya, Alhamdulillah dari tahun ke tahun jumlah peminat atau pendaftar yang ingin menempuh pendidikan di MTsN 1 (Tsanawiyah Koto Nan IV) Payakumbuh terus bertambah, saat ini hampir 1000 orang, mereka tidak hanya dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, namun juga dari berbagai daerah lain, bahkan ada dari Riau dan Bogor,” ucap Kepala MTsN 1 Payakumbuh, Ermita didampingi Wakil Kesiswaan, Junaidi, Waka Sarpras, Nida Ulker, Kaur TU, Lidya Fitri serta Waka Kurikulum, Eli Elvira, Jumat pagi 3 April 2026 disela-sela pelaksanaan tes atau ujian masuk.

Ermita juga menambahkan, tahun ini, ujian dilaksanakan dalam satu hari dengan materi meliputi Pendidikan Agama Islam dan mata pelajaran umum.
” Setelah pendaftaran kita buka Maret lalu, hari ini dilaksanakan ujian selama satu hari dengan berbagai ujian. Bahkan ujian juga menggunakan handphone, bagi calon siswa yang terkendala handphone atau jaringan, kita fasilitas puluhan komputer,”tambahnya.
Berdasarkan data, jumlah pendaftar jalur reguler mencapai 683 orang. Sementara itu, jalur prestasi yang telah selesai dilaksanakan diikuti oleh 236 pendaftar.
Jalur prestasi tersebut terdiri dari tiga kategori, yakni prestasi keagamaan seperti tahfiz minimal lima juz, prestasi MTQ dengan sertifikat, serta prestasi akademik dan non-akademik seperti juara kelas maupun kejuaraan O2SN dan FLS2N.
Selain ujian tertulis, calon peserta didik juga akan mengikuti ujian praktik ibadah yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin.
” Daya tampung sekolah tahun ini sebanyak 11 rombongan belajar (Rombel) atau sekitar 300 lebih.”ucapnya.
Sementara itu, peserta mengaku tidak mengalami kesulitan saat mengikuti ujian. Ia menyebut, keinginannya masuk sekolah keagamaan didorong oleh cita-cita menjadi seorang hafidz atau penghafal Al-Qur’an.
” Tertarik karena sebelumnya kakak/saudara juga bersekolah disini, selain itu program bagus, program hafidz atau penghafal Al-Quran sesuai keinginan saya.” Ucap Fadlan dan Rafif Miftahul Azza.
Dengan tingginya jumlah pendaftar, pihak sekolah berharap proses seleksi dapat menjaring peserta didik terbaik sesuai kapasitas yang tersedia. (Edw)















