Scroll untuk baca artikel
BeritaOlahragaPemerintahanPolitik

Lemahnya Perhatian Pemkab Terhadap Insan Olahraga Bergema Sampai ke Gedung Rakyat DPRD Limapuluh Kota

×

Lemahnya Perhatian Pemkab Terhadap Insan Olahraga Bergema Sampai ke Gedung Rakyat DPRD Limapuluh Kota

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui juru bicaranya, Taufik Hidayatullah Ihsan dalam sidang paripurna penyampaian pandangan umum Fraksi-fraksi tentang Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Limapuluh Kota Tahun Anggaran 2025, Kamis (12/9), menyorot  pembinaan olahraga Limapuluh Kota beberapa tahun belakang ini sangat lesu.

Taufik Hidayatullah Ihsan menyebut, persoalan utama lesunya pembinaan olahraga di daerah ini disebabkan anggaran KONI Limapuluh Kota merupakan induk Organisasi Olahraga di Kabupaten Limapuluh Kota sejak 2 tahun kebelakang hanya dianggarkan sebesar Rp 50 juta.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

” Padahal jumlah atlit di daerah ini hampir mencapai 5.000 orang. Bayangkan jika dana yang dianggarkan tersebut dibagikan kesetiap atlit hanya mendapatkan 10.000 rupiah per orang. Apakah kita tidak malu melakukan hal tersebut,” ungkap Taufik Hidayatullah Ihsan.

Lebih jauh Taufik Hidayatullah Ihsan dengan nada menyidir menyatakan, ketika atlit-atlit berprestasi dalam banyak ajang, baik kejurda dan kejurnas maupun ivent olahraga launnya, kita berdiri paling depan seakan-akan menjadi orang paling beperan.

Bukan hanya itu, beberapa waktu lalu Olahraga menembak melalui  PERBAKIN yang dibina langsung oleh Bapak Kapolres Limapuluh Kota harus pupus harapan ikut kejurnas karena tidak adanya biaya.

Kemudian olahraga cabang karate melalui FORKI lolos seleksi POPNAS dan juga telah mengikuti O2SN tingkat Nasional. Seharusnya merasa bangga. Tapi pelatih dan atlet ikut bingung harus mengadu kepada siapa agar bisa dapat dukungan untuk menjadi juara.

” Sedangkan cabor MMA tetap semangat ikut Kejurda walau tahu keadaan sedang sulit. Pun demikian dengan cabang Olahraga lainnya yang telah meraih banyak prestasi membawa nama Kabupaten Limapuluh Kota seperti atletik, menembak, renang, volly, bulu tangkis, pencak silat, sepakbola, tenis, wushu, tenis meja, MMA, Gulat, Judo, senam, basket, arum jeram, kriket, balap motor, panjat tebing, dan olahraga-olahraga lainnya yang berjumlah 46 cabang olahraga terdaftar melalui KONI.  Apakah kita harus rela atlit-atlit terbaik Limapuluh Kota pindah daerah karena dukungan daerah asal begitu parah, ” ujar Taufik Hidayatullah Ihsan.

Padahal yang berpeluang menyaingi hegomoni prestasi Kota Padang dibidang olahraga, ulas Taufik Hidayatullah Ihsan, adalah Kabupaten Limapuluh Kota.

Demikian pula di bidang MTQ, tak ada yang bisa menyaingi prestasi ibu kota provinsi. Tetapi Kabupaten Limapuluh Kota muncul menghilangkan dominasi.

” Dengan olahraga, kami berharap dengan perhatian maksimal dari Pemda Limapuluh Kota juga kembali bisa membuat sejarah menjadi yang terbaik di Sumatera Barat. Hal itu tidak mustahil untuk menjadi nyata. Oleh sebab itu, tolong perhatian atlit-atlit dan pelatih-pelatih olahraga di Limapuluh Kota. Perhatikan KONI Limapuluh Kota selaku mitra yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Berilah anggaran yang layak karena atlit dan pelatih tidak pernah lelah memberikan prestasi tanpa tanda jasa bagi Limapuluh Kota, ” pungkas Taufik Hidayatullah Ihsan. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *