LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 baru saja usai. Ratusan ribu masyarakat Minang pada lebaran lalu pulang ke kampung halaman, sudah kembali ke rumahnya masing-masing di tanah rantau tempat mereka mengadu nasib dan peruntungan.
“Selamat kembali ke tanah rantau para dunsanak Ranah Minang. Terima kasih sudah berlebaran di kampung halaman,” ungkap tokoh masyarakar Sumatera Barat Ir.H. Irfendi Arbi, MP menyambut baik kembalinya para dunsanak ke tanah rantau usai merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah 2026.
Diakui mantan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota itu, kepulangan para dunsanak perantau ke ranah Minang, tentunya tidak hanya sebatas malapeh taragak dengan ranah Bundo tercinta.
Namun lebih jauh dari itu, tujuan perantau pulang ke kampung halaman saat Lebaran Idul Fitri adalah untuk mempererat silaturahmi, merayakan hari kemenangan bersama keluarga besar, serta melepaskan rindu akan kampung halaman.
“Hakikinya, pulang ke kampung halaman adalah wujud bakti dan kebahagiaan anak rantau saat bisa kembali bertemu dan merayakan hari raya dengan orang tua berbagi kebahagiaan dan berbagi rezeki. Disamping memperkuat hubungan kekeluargaan yang terpisah jarak dan sekaligus momen bermaaf-maafan serta ajang berkumpul dengan saudara serta tetangga dan mengobati rasa rindu pada suasana kampung, rumah masa kecil, ” sebut Irfendi Arbi.
Diungkapkan Irfendi Arbi, kini dunsanak para perantau itu sudah kembali ke rumahnya di perantauan dan tentu telah memulai aktifitas kehidupannya.
” Dari kampung halaman Ranah Bundo tercinta, kami yang berada di kampung halaman selalu memanjatkan do’a agar para dunsanak perantau diberikan kesehatan, kedamaian dan keberkahan rezeki,” ungkap Irfendi Arbi.
Sebagai tokoh yang bermukim di kampung halaman, tukuk Irfendi Arbi, ia menyampakan pesan moral sekaligus mengajak perantau yang ada di seantero negeri ini, termasuk yang merantau di luar negeri untuk tidak melupakan kampung halamannya.
” Masyarakat Ranah Minang termasuk Pemerintah Daerah di Sumatera Barat mendorong perantau di berbagai provinsi di Indonesia untuk terus bersinergi membangun kampung halaman. Peran perantau sangat diharapkan untuk membantu pembangunan daerah,” ajak Irfendi Arbi.
Irfendi Arbi juga menyatakan kemajuan pembangunan Sumbar, tidak terlepas dari semangat kebersamaan masyarat dan seluruh stekholer yang ada di daerah juga yang ada dirantau.
” Lihatlah pembangunan di sebuah nagari yang melibatkan para perantaunya, dengan semangat tagak kampuang bapaga kampuang mereka memiliki tanggungjawab moril dalam memajukan kampung halamannya sendiri.” pungkas Irfendi Arbi. (DS)















