Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan Nasional Sumbar–Riau KM 163, tepatnya di Jorong Polong Duo, Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis 6 November 2025 sekitar pukul 08.30 Wib, akibatnya seorang pengendara roda dua yang merupakan pegawai Bank BRI meninggal dunia (MD).
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion BM 6012 AAI dengan dump truck Hino Tronton BA 8617 JU dan menyebabkan pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolres 50 Kota, AKBP. Syaiful Wachid melalui Kasat Lantas, IPTU. Zarwiko Irzal membenarkan peristiwa nahas tersebut.
“Iya, terjadi Kecelakaan terjadi di jalan nasional yang memiliki tikungan dengan pandangan terbatas. Situasi lalu lintas saat kejadian cukup ramai,” jelas Kasat Lantas, Kamis sore 6 November 2025.
Kasat Lantas juga menambahkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan berawal saat sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai Ahmad Fauzan (26), seorang pegawai BRI asal Kabupaten Pasaman, melaju dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.
Saat hendak menyalip kendaraan di depannya, dari arah berlawanan datang dump truck Hino Tronton BA 8617 JU yang dikemudikan oleh Yusra Putra (44), warga Talawi, Kota Sawahlunto. Tabrakan pun tak terhindarkan.
” Akibat benturan keras tersebut, Ahmad Fauzan mengalami luka berat dengan patah tulang di kedua tangan dan pendarahan di bagian hidung. Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tidak tertolong,”tambahnya
Sementara itu, pengemudi truk Yusra Putra selamat dan sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Diketahui, korban tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sedangkan pengemudi truk memiliki SIM resmi.
Kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan. Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Polisi telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Langkah-langkah penanganan sudah dilakukan. Perkembangan akan dilaporkan kembali.”tutupnya. (Edw)















