Scroll untuk baca artikel
Berita

Kebakaran Kerap Terjadi, Satpol-PP Damkar Kota Payakumbuh Keluhkan Jumlah Armada Pemadaman

×

Kebakaran Kerap Terjadi, Satpol-PP Damkar Kota Payakumbuh Keluhkan Jumlah Armada Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Plt. Kasat Pol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi "Centong" Novita.
Plt. Kasat Pol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi "Centong" Novita.

Payakumbuh, Dekadepos.id

Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan petak toko di pusat Kota Payakumbuh, sejumlah langkah penanganan mulai dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya, menyiapkan penampungan serta relokasi sementara bagi pedagang terdampak agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Plt. Kasatpol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi “Centong” Novita, mengatakan kebakaran yang terjadi baru-baru ini semakin memperlihatkan keterbatasan armada serta jumlah personel pemadam kebakaran. Saat ini, dari lima kecamatan dan 47 kelurahan yang ada di Payakumbuh, hanya tersedia tiga unit mobil damkar dengan kondisi yang tidak maksimal.

“Dengan luas wilayah sekitar 74,55 km² dan risiko kebakaran yang cukup tinggi, idealnya kita punya lima unit mobil damkar sesuai jumlah kecamatan. Namun, yang tersedia baru tiga unit. Jumlah personel kita pun hanya 40 orang, sehingga sering terkendala ketika harus melakukan pemadaman, apalagi jika ikut membantu daerah tetangga,” ujarnya.

Dewi menambahkan, pihaknya terus berupaya agar anggaran penambahan armada dan personel dapat disetujui. Bahkan, pada tahun 2026 mendatang direncanakan ada penambahan satu unit mobil damkar baru untuk memperkuat operasional.

“Kalau armada dan personel bisa ditambah, maka respon pemadaman tentu akan jauh lebih optimal,” tegasnya.

Di sisi lain, kebakaran yang terjadi di kawasan pasar itu juga menuai sorotan dari Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3). Organisasi tersebut menduga kebakaran bukan sekadar musibah, melainkan ada indikasi kesengajaan. Meski begitu, dugaan itu masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

“Kebakaran di pasar sudah berulang kali terjadi. Kami menduga ada unsur kesengajaan di balik peristiwa ini,” sebut perwakilan IP3.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Hingga kini, tim Inafis Polres Payakumbuh masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

Dengan adanya rencana relokasi pedagang, evaluasi sarana pemadam kebakaran, serta penyelidikan kepolisian, pemerintah daerah berharap kondisi di pusat perdagangan Kota Payakumbuh segera pulih dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali normal. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *