LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id — Fraksi Partai Golkar DPRD Limapuluh Kota, sudah membaca, mendalami, dan mengkaji Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 yang diajukan pemda kepada DPRD. Sebelum menyatakan menerima Ranperda itu disahkan menjadi Perda dengan memberi 8 rekomendasi, Fraksi Partai Golkar juga menyampaikan harapan kepada pemda terkait percepatan perputaran ekonomi daerah.
Salah satunya, Fraksi Partai Golkar DPRD Limapuluh Kota yang terdiri dari Doni Ikhlas, Defrianto Ifkar, Putra Satria Veri, Feri Lesmana Riswan Dt Bandaro Kayo, dan M. Fajar Rillah Vesky, meminta kepada pemda, agar semua program dan kegiatan fisik yang sudah disepakati pemerintah daerah dan DPRD tahun 2025 lalu, agar segera dieksekusi tahun 2026.
“Anggaran yang sudah tersedia, jangan lama-lama mengendap di kas daerah ataupun rekening OPD. Anggaran itu harus cepat diserap, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Putra Satria Veri, bersama Doni Ikhlas, Defrianto Ifkar, Feri Lesmana Riswan Dt Bandaro Kayo, dan M. Fajar Rillah Vesky.
Berdasarkan Laporan Realisasi Semester Pertama APBD 2026 serta Prognosis Enam Bulan Berikutnya, total anggaran pendapatan daerah Limapuluh Kota tahun 2026 adalah sebesar Rp1,29 triliun dan sudah terealisasi Rp636,15 miliar (48,99 persen). Sedangkan anggaran belanja daerah 2026 adalah Rp1,39 triliun dan baru terealisasi Rp488,06 miliar (35,10 persen).
Belanja daerah tahun 2026 pada semester pertama 2026, baru banyak terserap untuk belanja operasional. Dari Rp1,093 miliar jumlah belanja operasi 2026, sudah terealisasi Rp433,94 miliar pada semester pertama. Itupun sebanyak Rp376,36 miliar adalah belanja pegawai.
Sedangkan untuk anggaran belanja modal tahun 2026 yang jumlahnya hanya Rp142,71 miliar, baru terealisasi Rp4,48 miliar pada semester pertama. Di dalam anggaran belania modal Rp142,71 miliar ini, terdapat belanja modal peralatan dan mesin Rp30,78 miliar, belanja modal gedung dan bangunan Rp21,77 miliar, serta belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp79,08 miliar.
Hanya saja, untuk belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp30,78 miliar, baru terealisasi Rp1,14 miliar pada semester pertama 2026. Kemudian, untuk belanja modal gedung dan bangunan Rp21,77 miliar, baru terealisasi Rp329,4 juta. Selanjutmya belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp79,08 miliar, baru terealisasi Rp3,008 miliar.
Melihat rendahnya serapan belanja modal, terutama belanja modal gedung dan bangunan serta belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi, Fraksi Partai Golkar DPRD Limapuluh Kota meminta pemda mempercepat program dan kegiatan yang sudah tersedia anggaranya. Untuk mempercepat perputaran ekonomi masyarakat. Dengan tetap mempedomani peraturan perundang-undangan. (DS)















