LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Limapuluh Kota betul-betul serius membahas Rancangan Akhir (Rankhir) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029. Tidak sekedar mengkritisi proyeksi keuangan daerah lima tahun ke depan yang belum memenuhi amanat UU HKPD, fraksi berlambang pohon beringin itu juga memberi sejumlah masukan untuk penajaman RPJMD ke depan.
“Fraksi Partai Golkar sudah membaca misi pertama dalam RPJMD Limapuluh Kota 2025-2029. Yakni, Memantapkan Kehidupan Masyarakat yang Berakhlak dan Berbudaya. Kami setuju dengan misi yang disingkat dengan “Sakato Bermartabat” ini. Mudah-mudahan, misi ini bisa menjawab berbagai fenomena sosial dan kejadian di luar akal sehat yang terjadi di berbagai penjuru Kabupaten Limapuluh Kota, dalam beberapa tahun terakhir,” kata Putra Satria Veri, Ketua Fraksi Golkar DPRD Limapuluh Kota, Rabu (6/8).
Putra Satria Veri mengatakan, menurut kajian Fraksi Partai Golkar, semua program strategis, sasaran, arah kebijakan, dan startegi, dalam misi pertama yang tercantum pada Rancangan Akhir RPJMD ini sudah bagus. Sudah mencakup pembangunan kebudayaan, serta pembangunan iman dan taqwa sesuai filosofi Adat Basyandi Syarak-Syarak Basyandi Kitabullah. Meskipun demikian, Fraksi Partai Golkar menilai, ada strategi yang perlu dilakukan pemda, tapi belum tercantum dalam Rancangan Akhir RPJMD.
“Diantara strategi yang belum tercantum dan perlu ditambahkan dalam Rancangan Akhir RPJMD (halaman 566 sd 567) di bidang kebudayaan. Terutama sekali, strategi yang terkait dengan sasaran optimalnya pelestarian cagar budaya. Dalam hal ini, Fraksi Partai Golkar meminta agar Kawasan Gua Lida Ajer di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dicantumkan sebagai target, sasaran, dan strategi RPJMD Limapuluh Kota 2025-2029,” kata Putra Satria Veri.
Menurutnya, penambahan Lids Ajer penting dilakukan karena satu-satunya objek di Kabupaten Limapuluh Kota yang tercantum jelas dalam RPJM Nasional pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini hanyalah gua dj Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari tersebut. Karena ini sudah masuk dalam RPJMN dan sudah menjadi kajian ilmiah pula di dunia internasional, maka sesuai misi “Sakato Bermartabat”, Gua Lida Ajer harus terpatri pula dalam RPJMD Limapuluh Kota 2025-2029.
Selanjutnya, menurut Putra Satria Veri, Fraksi Partai Golkar sudah membaca misi kedua RPJMD Limapuluh Kota 2025-2029. Yakni, Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih. Kami setuju dengan misi yang disingkat dengan “Sakato Berintegritas” ini. Mudah-mudahan, tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta penyelanggaraan reformasi birokrasi dengan merit-merit sistem, betul-betul terlaksana.
Meski begitu, Fraksi Partai Golkar mengusulkan adanya penambahan program strategis, sasaran, arah kebijakan, dan strartegi yang terkait erat dengan penyesuaian nomenklatur perangkat daerah dan kebutuhan. Melalui pembentukan OPD baru, penghapusan, serta penggabungan atau perampingan OPD baru. Ini mesti terpatri dalam RPJMD. Setelah terpatri dalam RPJMD, baru dilaksanakan. Dan usulan kami, setelah OPD dibentuk, dihapus, digabungkan atau dirampingkan, barulah mutasi, rotasi, dan promosi jabatan dilaksanakan.
Kemudian, menurut Putra Satria Veri, Fraksi Partai Golkar sudah membaca misi ketiga RPJMD Limapuluh Kota 2025-2029. Yakni, Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Andal, Sehat, Produktif, dan Kompetitif. Kami setuju dengan misi yang disingkat dengan “Sakato Andal” ini. Semua program strategis, sasaran, arah kebijakan, dan startegi, dalam misi ketiga ini sudah bagus.
“Meski demikian, kami mengusulkan, ada penambahan sasaran dan strategi di bidang pendidikan. Yakni pemberian beasiswa, bantuan seragam, bantuan alat tulis, serta bantuan pendidikan setiap tahun ajaran baru, untuk murid TK/PAU dan pelajar SD, SMP, SMA di daerah ini,” kata Putra Satria Veri mewakili empat rekan sefraksinya, yakni Doni Ikhlas, Feri Lesmana Riswan Dt Bandaro Kayo, Defrianto Ifkar, dan M. Fajar Rillah Vesky.
Selanjutnya, Fraksi Partai Golkar meminta adanya penambahan strategi di bidang kesehatan ibu dan anak, dengan peningkatan kapasitas kader Keluarga Berencana dan Yandu. Kemudian, strategi jaminan layanan kesehatan yang sudah ada dalam Rancangan Akhir RPJMD, harus ditambah redaksionalnya menjadi jaminan layanan kesehatan yang UHC. Karena semua masyarakat kita hari ini, butuh jaminan layanan kesehatan dari pemda.
Berikutnya, Fraksi Partai Golkar sudah membaca misi keempat RPJMD Limapuluh Kota 2025-2029. Yakni, Membangun Ekonomi Kerakyatan dan Pariwisata yang Tangguh dan Berkeadilan atau “Sakato Sejahtera”. Fraksi Golkar mengusulkan, adanya penambahan strategi dalam RPJMD kita.
Diantara yang perlu ditambahkan adalah “Pengembangan Kawasan Pariwisata Sejarah PDRI di Kototinggi” menjadi “Pengembangan Kawasan Pariwisata Sejarah PDRI di Kototinggi, Halaban, Situjuah Batua, Pandam Gadang, Koto Tuo, Koto Kociak, dan Padang Jopang”. Ini sesuai dengan Peraturan Bupati Limapuluh Kota Tentang Peringatan Hari Bela Negara dan Rangkaianya di Kabupaten Limapuluh Kota.
Kemudian, dalam strategi misi keempat RPJMD ini, Fraksi Partai Golkar mengusulkan adanya penambahan satu strategi lainnya. Yakni, “Pengembangan Kawasan Pariwisata Kapalo Bonda Taram dan Wisata Alam Gunung Sago di Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padang Panjang”. Karena kedua objek wisata ini, sedang booming dan berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah ke depannya.
Terakhir, Faksi Partai Golkar berpesan kepada Pemerintah Daerah supaya dalam RPJMD 2025 – 2029 ini juga menampakkan keberpihakannya kepada para peternak yang ada di Limapuluh Kota khususnya peternak ayam petelur. Fraksi Partai Golkar menyarankan agar Pemerintah Daerah ikut serta dan terlibat langsung dalam pengadaan cadangan pakan, khususnya jagung, yaitu dengan mempercepat intensifikasi tanaman jagung yang menjadi program dan renjan Dinas pertanian.
“Pada saat sekarang ini kebutuhan jagung sangat tinggi di Limapuluh Kota, perhari ini setidaknya ada sekitar 10 juta ekor ayam petelur di Limapuluh Kota yang tersebar di beberapa kecamatan. Ayam yang berjumlah sekitar 10 juta ekor tersebut setidaknya membutuhkan jagung kering giling sekitar 600 ton perhari. Jadi mengingat besarnya kebutuhan pakan ayam atau jagung kering di Limapuluh Kota keberadaan pemerintah dan ikut campur tangan pemerintah sangatlah dibutuhkan,” kata Putra Satria Veri.
Kemudian selain pakan sebagaimana yang telah kami sampaikan di atas, Fraksi Partai Golkar juga berharap dan menyarankan supaya perbaikan dan pembangunan jalan ke areal peternakan dan lertanian juga menjadi proritas oleh Pemerintah Daerah dalam lima tahun. Karena masyarakat banyak yang bergelut di sektor pertanian dan peternakan ini. (DS)















