Scroll untuk baca artikel
BeritaBudayaPemerintahanPolitik

Festival Adat Salingka Nagari Tungkar Ditutup Ketua DPRD, Terkumpul Rp465 Juta Untuk Pembangunan Balai Adat

×

Festival Adat Salingka Nagari Tungkar Ditutup Ketua DPRD, Terkumpul Rp465 Juta Untuk Pembangunan Balai Adat

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id – Setelah dibuka oleh Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang pada siang harinya, Festival Adat Salingka Nagari Tungkar atau Tungkar Fast, ditutup oleh Ketua DPRD Doni Ikhlas pada Kamis malam (1/12/2025). Penutupan Tungkar Fast juga ditandai dengan pembacaan sholawat di los Pokan Salasa Tungkar yang diikuti ratusan masyarakat.

“Selamat kepada 31 pengulu baru yang dikukuhkan dalam Tungkar Fast 2025. Selamat pula untuk masyarakat Tungkar,” kata Doni Ikhlas yang hadir bersama anggota DPRD, M. Fajar Rillah Vesky, Camat Situjuah Elvi Yandri, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado, Ketua KAN H. AM Dt Bandaro Kuniang, Ketua Bamus Arwin Dt Lelo Batuah, Ketua LPM  Masyudha, dan pengurus 25 majelis taklim, musholla, TPQ, dan Mujahid Pencinta Masjid  yang dapat bantuan total Rp144,7 juta melalui Pokir Fajar Rillah Vesky.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado menyebut, dalam Tungkar Fast tahun kedua ini, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tungkar, bersama Datuak-Datuak Niniak Mamak, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp465 juta. Dana ini bersumber dari prosesi bukak kunci atau “nayiak ka balai” yang melibatkan 31 kaum atau 31 pengulu baru. Dana sebesar Rp465 juta ini akan digunakan untuk membangun Balai Adat Nagari Tungkar karena Balai Adat yang sekarang sudah sempit.

“Dana yang terkumpul Rp465 juta dari prosesi nayiak ka balai atau bukak kunci ini, sesuai keputusan KAN Tungkar, tidak boleh sumbing. Semuanya, full untuk pembangunan baru Balai Adat Nagari Tungkar,” kata Ketua KAN Tungkar, H. AM Dt Bandaro Kuniang yang juga Datuak Suku Piliang Piconcan, bersama tiga datuak suku lainnya, yakni D Dt Gindo Sinaro, Sy Dt Paduko Malano, dan A Dt Paduko Lobiah.

Bersamaaan dengan dana yang terkumpul  Rp465 juta itu, Pemerintah Nagari Tungkar bersama Panitia Tungkar Fast yang dipimpin Barnat Dt Alam Batuah, juga berhasil menghimpun dana khusus untuk pelaksanaan alek nagari atau seremonial acara sebesar Rp32,38 juta. Ini murni dari swadaya berbagai pihak, termasuk perantau Tungkar. Serta juga ada bantuan dari anggota DPRD Provinsi Wirman Dt Pangeran Nan Putiah dan Nukhalis Dt Bijo Dirajo, serta anggota DPRD kabupaten, M. Fajar Rillah Vesky.

“Kemudian, juga ada bantuan livestreaming dari Diskominfo Limapuluh Kota. Disamping juga bantuan spanduk, karangan bunga, dan fasilitasi acara dari berbagai pihak. Dan terakhir, kita bersama-sama di Nagari Tungkar, juga menghimpun dana untuk korban bencana alam si Sumbar. Dimana, untuk sementara, terhimpun sebesar hampir Rp5 juta,” kata Wali Nagari Tungkar, Yusrizal Dt Pado.

Sementara itu, anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky memperkirakan, di luar total uang tunai sebesar Rp502,3 juta (Rp465 tambah Rp32,39) yang berhasil dihimpun KAN Tungkar bersama pemerintah nagari dan panitia Tungkar Fast tersebut, nilai swadaya masyarakat juga ditaksir mencapai Rp500 juta. Karena setiap kaum yang mendirikan 31 pangulu, juga mengeluarkan biaya buat kegiatan di tingkat kaumnya dan tingkat suku masing-masing.

Kemudian, dalam kondisi ekonomi yang sulit, bundo-bundo kanduang di Tungkar juga badulang (membawa makanan ke balai), dan juga menyiapkan berbagai kebutuhan untuak arak iriang (prosesi arak-arakan). Sehingga, menurut perkiraan Fajar Rilah Vesky, jika ditotal, nilai uang terkumpul dan nilai partisipasi masyarakat untuk pelaksanaan Tungkar Fast 2025 ini mencapai Rp1 miliar. Maka patut rasanya pemerintah daerah memberi stimulus pembangunan buat masyarakat Nagari Tungkar.

“Jika tahun ini, stimulus dari pemerintah daerah melalui pokir kita DPRD, baru dalam bentuk pelatihan adat, baju seragam niniak mamak,  bantuan bibit ikan, bantuan untuk majelis taklim,  masjid, Musholla dan TPQ. Maka ke depan, kita minta, stimulus dari daerah untuk Tungkar itu dalam bentuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah. Dan paling penting lagi, segera tetapkan status Tungkar sebagai Desa Mandiri,  seperti Situjuah Batua dan Situjuah Banda Dalam,”  kata Fajar Rillah Vesky. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *