Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Kondisi jalan dan berbagai fasilitas di kawasan bersejarah Peristiwa Situjuah Batua di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikeluhkan oleh para pengunjung.
Selain akses jalan yang rusak, pengunjung juga menyoroti minimnya informasi dan sarana pendukung di kawasan yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan bangsa tersebut.
“ Iya, jalannya susah, turunan dan ada jalan rusak, berlobang. Selain itu sangat minim informasi terkait Taman Makam Pahlawan Situjuah Batua ini, kurang informasi atau penjelasan,” ucap Khaila Ramadhani, siswi SMA N 5 Payakumbuh yang datang untuk tugas sekolah
Ia juga berharap kedepannya, prioritas perbaikan bisa dilakukan oleh Pemerintah maupun pihak-pihak terkait, sehingga jalan kembali bagus.
” Harapannya agar jalan bagus dan banyak papan informasi, sehingga pengunjung yang datang mengetahui informasi tentang peristiwa Situjuah maupun makan yang ada,”ujarnya.
Dari pantauan di lokasi makam pahlawan Situjuah Batua, banyak bagian jalan yang sudah lama hancur dan tiang pembatasnya pun banyak yang rusak. Kalau dibiarkan, bisa membahayakan pengunjung.
Warga, pengunjung, hingga aparat pemerintahan nagari berharap pemerintah daerah, provinsi, maupun pihak terkait lainnya segera memberikan perhatian khusus terhadap kawasan bersejarah ini. Mereka menilai, Taman Makam Pahlawan Situjuah Batua seharusnya menjadi prioritas dalam upaya pelestarian sejarah bangsa. Padahal, lokasi tersebut pernah menjadi tempat para pemimpin bangsa berunding dan berjuang mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Hal yang sama juga diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang merupakan putra Nagari setempat. Menurutnya pemugaran/rehab terhadap Taman Makam Pahlawan terakhir kali dilakukan oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI, Ismed Yuzairi pada tahun 1998.
” Kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota agar dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk rehab makam Pahlawan Lurah Kincia di Nagari Situjuah Batua, karena pahlawan ini sudah menjadi aset kita,”ujarnya akhir pekan lalu.
Politisi Partai Golkar itu juga menambahkan, saat ini anggaran yang dialokasikan hanya mencapai Rp30 juta tiap tahunnya, dari dana itu hanya untuk kegiatan-kegiatan seremonial atau upacara peringatan peristiwa Situjuah tiap tanggal 15 Januari.
” Makam Pahlawan ini, saat ini anggaran yang tersedia hanya Rp30 juta per tahun, itupun untuk kegiatan-kegiatan seremonial, upacara peringatan hari besar Nasional maupun peringatan peristiwa Situjuah di Makam ini, sedangkan anggaran perawatan belum ada,”tambahnya.
Mantan wartawan itu juga menjelaskan, Makam Pahlawan itu terakhir kali dipugar pada tahun 1998 lalu.
” Terakhir kali makam ini dipugar tahun 1998 atas inisiator Pangdam I Bukit Barisan, sampai saat ini belum ada anggaran Pemerintah untuk melakukan rehab, terutama akses jalan masuk.” sebutnya.
Terkait kondisi jalan dan Makam Pahlawan tersebut, Pemerintah Nagari Situjuah Batua tidak hanya diam saja, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjuluk anggaran perbaikan dari Pemerintah.
” Kita telah menemui Bapak Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah, Alhamdulillah beliau berjanji untuk memperbaiki jalan ke Makam Pahlawan pada tahun 2026 nanti,” ucap Pj. Walinagari Situjuah Batua, Emil Novri Irsyad.
Ia juga mengatakan, kondisi jalan rusak telah terjadi sejak dua tahun lalu.
” Sudah sekitar dua tahun lalu kondisi jalan rusak ini, perbaikan mendesak juga kita harapkan untuk pemugaran makam.”tambahnya.
Dengan berbagai keluhan yang muncul dari masyarakat maupun pengunjung, besar harapan agar pemerintah segera memperhatikan kondisi taman makam pahlawan tersebut.
“Kawasan ini tidak hanya tempat bersejarah, tetapi juga simbol perjuangan. Sudah sepatutnya dijaga dan dirawat agar menjadi bukti nyata bagi generasi penerus bangsa,” tambah pihak nagari.
Ke depan, masyarakat berharap Taman Makam Pahlawan Situjuah Batua dapat ditata lebih baik, dengan akses jalan yang layak dan fasilitas pendukung yang memadai, sehingga dapat terus menjadi destinasi edukatif dan napak tilas perjuangan bangsa Indonesia.
Peristiwa Situjuah di Lurah Kincia Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Limapuluh Kota merupakan tempat bersejarah, sebab di lokasi tersebut banyak gugur syuhada bangsa, saat itu Pejuang Kemerdekaan diserang oleh Belanda, dan menewaskan puluhan orang. Diantaranya, Chatib Sulaiman, Arisun Sutan Alamsyah, Kapten Tantawi. (Edw)















