Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Bupati Safni: “Kadis Makan Sambil Duduk” Akan Saya Evaluasi

×

Bupati Safni: “Kadis Makan Sambil Duduk” Akan Saya Evaluasi

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA. Dekadepos.id – Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang memastikan akan mengevaluasi Kepala Dinas (Kadis) atau Peiabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) yang tidak bisa menggenjot kinerja pemerintah daerah.

“Kadis-kadis yang makannya sambil duduk. Kadis-kadis yang tidak bisa makan sambil berdiri. Tidak bisa bergerak cepat, akan saya evaluasi,” kata Bupati Safni dihadapan ratusan niniak mamak Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh yang ikut program peningkatan kapasitas niniak mamak di Hotel Shago Bungsu 2,  Lubuakbatingkok, Harau, Sabtu (5/7/2025).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam program yang dilaksanakan pemerintah daerah berdasarkan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Limapuluh Kota Tahun 2025 dan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky itu,  Bupati Safni Sikumbang menceritakan bahwa dia masih menjabat selama lebih kurang 120-an hari.

“Pada awal menjabat ini, terus terang saja, saya belum melihat secara detail, bagaimana kondisi keuangan daerah, untuk apa saja anggaran daerah tahun ini digunakan. Tapi setelah ini dan selanjutnya, bupati tentu harus tahu, setiap uang daerah yang dikeluarkan. Karena bupati yang akan menyetujuinya,” kata Safni di hadapan anggota DPRD M. Fajar Rillah Vesky dan Kabid Kebudayaan Ali Hasan.

Dengan latar belakangnya sebagai pengusaha, Safni mengaku, perhitungannya soal anggaran daerah memang lebih matematis.

“Saya karena pengusaha, hitungan saya, matematika saja. Saya lihat, ada beberapa dinas dan BLUD dan BUMD yang menghasilkan pendapatan daerah. Seperti, rumah sakit,  PDAM, Pariwisata. Namun, pendapatannya tidak signifikan dan cenderung impas, malah ada yang rugi,” kata Safni.

Safni menyebut, pendapatan dari BLUD RSUD dr Achmad Darwis Suliki yang mencapai Rp36 miliar per tahun, tapi jumlah pendapatan itu sama dengan jumlah pengeluaranya.

Sedangkan PDAM selalu merugi setiap tahun. Kemudian, pariwisata yang baru menghasilkan Rp600 juta per tahun, sementara anggaran untuk pariwisata lebih Rp2,5 miliar tiap tahun. Untuk ini, Bupati Safni meminta waktu untuk membenahinya.

“Beri saya waktu untuk mengurus ini. Kalau untuk Bidang Kebudayan di Dinas Pendidikan ini, yang menggelar pelatihan-pelatihan seperti kita ikuti ini, kan memang uang keluar saja. Tapi, karena ini menyangkut pemberdaayaaan adat Minangkabau, sesuai program pemda, tentu tetap kita gelar dan laksanakan. Sepanjang itu ada dalam program dan kegiatan yang sudah ditetapkan, tidak akan ada yang dihapus,” kata Bupati Safni Sikumbang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Safni juga kembali memastikan, bahwa dia bersama Wabup Ahlul Badrito Resha, tidak ada memungut uang sesenpun terkait dengan jabatan di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota. Ini juga ditegaskan berulang-ulang oleh Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, saat membuka program peningkatan kapasitas niniak mamak Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh.

“Kami pastikan, Bupati dan Wakil Bupati, tidak ada meminta-minta uang untuk jabatan di Limapuluh Kota. Bekerja sajalah sesuai aturan dan profesional. Bupati tulus dan ikhlas membangun daerah ini,” kata Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha. (*/DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *