Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Balai Konservasi Sumberdaya Alam Resort Harau bersama Masyarakat, Polsek Suliki, Satpol-PP, Walinagari dan Jorong melakukan pemasangan perangkap atau kerangkeng besi (Kandang Jebak) dilahan Pertanian atau kebun masyarakat di Jorong Pua Data Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh pada Selasa siang 21 Januari 2024.
Pemasangan Perangkap itu dilakukan untuk antisipasi dampak yang lebih besar terkait informasi ditengah masyarakat adanya dugaan Harimau yang berkeliaran dan memangsa hewan peliharaan jenis kambing dan anjing sejak beberapa hari terakhir, apalagi jejak Kaki Harimau ditemukan di Ladang Cabe diberbagai Jorong di Kecamatan Gunuang Omeh.
Jejak kaki Harimau diberbagai titik itu diungkapkan seorang petani Cabe bernama Dila. Ia mengaku melihat jejak diduga bekas kaki Harimau sejak Sabtu lalu, jejak tersebut terlihat terus tiap hari hingga Selasa.
” Tiap pagi saya melihat jejak diduga bekas kaki Harimau di ladang Cabe. Jejak itu terus bertambah dari satu tempat ke tempat lain. ” Ucapnya.
Meski melihat jejak diduga kaki Harimau di kebunnya tiap pagi, namun ia mengaku belum pernah melihat langsung Harimau dimaksud.
” Belum, belum pernah melihat (Harimaunya) secara langsung.” Tutupnya.
MURID SD DILIBURKAN
Informasi dugaan Harimau yang berkeliaran di Kecamatan Gunuang Omeh tidak saja membuat warga cemas, namun pihak sekolah memilih meliburkan Sekolah Dasar di Jorong Palangki Tangan sejak Senin.
” Sekolah diliburkan sejak Senin.” Ucap Jorong Palangki Tangan, Wanda Wenda Prananda kepada wartawan.
BKSDA BELUM BISA PASTIKAN JEJAK KAKI HARIMAU
Sementara Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam Resort Harau, Martias dilokasi pemasangan perangkat mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan jejak kaki yang banyak nampak di Kebun Masyarakat adalah jejak Kaki Harimau Sumatera.
” Hasil pengamatan kita sejak beberapa hari dilapangan diberbagai Jorong (Madang Kadok, Palangki Tangan dan Jorong Pua Data) dilokasi tersebut dugaan kami masih dua kemungkinan jejak kaki hewannya,” ucapnya didampingi Kapolsek Suliki, IPTU. Doni, Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto dan Kasat Pol-PP Kabupaten Limapuluh Kota, Deddy Permana.
Lebih jauh ia menjelaskan, dua kemungkinan tersebut adalah jejak kaki Harimau Sumatera dan kedua adalah jejak kaki Harimau dahan. Sebab dari jejak di Kebun Cabe terdapat bekas kuku di Plastik. Namun untuk memastikan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut.
” Kalau dugaan kami masih dua kemungkinan, pertama jejak kaki Harimau Sumatera dan kedua jejak kaki Harimau dahan. Namun untuk memastikan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Kita kesini untuk memasang perangkap untuk memberi rasa aman kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia juga belum bisa memastikan jejak kaki tersebut adalah jejak kaki Harimau Sumatera. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. (Edw)















