Pasaman Barat, Dekadepos.id
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, AKBP. Agung Tribawanto, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dalam keterangannya di Simpang Empat, Sabtu (30/8), Kapolres menegaskan bahwa arus informasi yang cepat di era digital sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks maupun provokasi.
“Jangan mudah terprovokasi saat ini, termasuk di media sosial. Mari kita semua, masyarakat Pasaman Barat, saling menjaga keamanan dan ketertiban demi kepentingan bersama,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Menurutnya, maraknya akun-akun anonim yang menyebarkan informasi tidak akurat bisa memicu perpecahan. Ia mengingatkan agar masyarakat selalu memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya ke orang lain.
“Media sosial jangan dijadikan sarana untuk menghasut orang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Apalagi sekarang, banyak pihak yang mencoba memanfaatkan dunia maya untuk memecah belah dan menebar provokasi,” tegas Kapolres.
Seruan Kapolres ini mendapat sambutan positif dari warga. Sulastri (42), seorang pedagang di Pasaman Barat, menilai imbauan tersebut sangat penting, terutama bagi generasi muda yang aktif bermedia sosial.
“Kami mendukung pesan Kapolres. Anak-anak muda sekarang memang harus hati-hati dengan apa yang mereka baca dan bagikan. Jangan sampai kita terjebak berita bohong yang bisa memecah belah kampung sendiri,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Rahmat (35), pengemudi ojek online di Simpang Empat. Ia berharap masyarakat tidak mudah terpancing ajakan provokatif yang beredar di dunia maya.
“Kami cari nafkah dengan tenang. Kalau ada yang menghasut lewat medsos, ujungnya yang rugi masyarakat juga. Jadi memang benar kata Kapolres, lebih baik jaga kondusifitas,” kata Rahmat.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online dalam aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah itu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ucap Kapolres.
Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen pada transparansi dan akuntabilitas. Jika ada petugas yang terbukti melakukan pelanggaran saat bertugas, sanksi tegas akan dijatuhkan.
“Polri transparan dalam setiap kasus. Jika ada pelanggaran oleh anggota, tentu akan dijatuhkan sanksi tegas sesuai aturan. Tidak ada kompromi untuk hal itu,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Kapolres kembali mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Pasaman Barat.
“Mari kita bersama-sama menjaga Pasaman Barat agar tetap aman dan kondusif. Karena keamanan adalah modal utama kita untuk bekerja, berusaha, dan membangun daerah ini,” pungkasnya. (Geby/Rel)















