Scroll untuk baca artikel
Berita

Belajar Menggunakan Smartboard, Murid Kelas Rendah Lebih Bersemangat, Amperawati : Terima Kasih Pak Prabowo 

×

Belajar Menggunakan Smartboard, Murid Kelas Rendah Lebih Bersemangat, Amperawati : Terima Kasih Pak Prabowo 

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Selain SLTP dan SLTA di Kota Payakumbuh yang telah mulai menggunakan Smartboard atau Smart TV untuk proses belajar mengajar (PBM), Sekolah Dasar (SD) termasuk kelas rendah atau Kelas 1 juga telah mulai menggunakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang merupakan Program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan digitalisasi pembelajaran itu dalam mendukung tugas guru.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Smartboard berukuran besar tersebut sangat mendukung PBM, terutama dikelas rendah, sebab murid bisa langsung melihat gambar dan mendengar materi yang diajarkan secara langsung dilayar/monitor yang digunakan guru. Hal tersebut diungkapkan Kepala SDN 21 Payakumbuh (SD 21 Labuah Baru) Amperawati saat melihat PBM di Kelas 1.

Ia berharap kedepannya jumlah bantuan Smartboard bisa bertambah, minimal satu Smartboard per kelas, sehingga tidak perlu murid yang berpindah ruangan saat belajar menggunakan Smartboard itu.

” Iya, Alhamdulillah sekolah kami telah menerima bantuan Smartboard sejak dua bulan lalu, dan telah digunakan untuk mendukung Proses Belajar Mengajar. Anak-anak terutama kelas rendah sangat senang, sebab bisa melihat langsung materi yang diajarkan, terutama terkait angka dan warna,” ucap Kepala SDN 21 Payakumbuh (SD 21 Labuah Baru) Amperawati didampingi Guru Kelas, Irma Ilona, Senin pagi 24 November 2025.

Amperawati juga menambahkan, dengan adanya bantuan Smartboard untuk sekolah, guru dan murid lebih bersemangat dalam pembelajaran, termasuk interaksi lebih maksimal.

” Anak-anak dan guru kami lihat sangat bersemangat dan interaksi lebih maksimal saat pembelajaran menggunakan Smartboard. Tentu kami berharap kedepannya penambahan Smartboard bisa terus dilakukan, sehingga anak-anak atau murid tidak perlu pindah kelas saat mengikuti pelajaran menggunakan alat itu,”tambahnya.

Saat ini di SDN 21 Payakumbuh terdapat 18 Rombel Belajar (Rombel) dengan jumlah peserta didik mencapai 546 orang dan guru mencapai 26 orang.

” Harapan kami Smartboard ini bisa terus ditambah, sebab Rombel kami ada 18. Terimakasih Pak Prabowo sudah menghadiri Papan Smartboard disekolah kami,”ujarnya.

Smartboard menurut Amperawati, tidak hanya membantu dalam PBM, namun juga memberikan edukasi melalui tayangan/video yang ditampilkan guru di sela-sela PBM.

” Pernah kami tampilkan video (film) tentang perjuangan seorang ayah, bagaimana dia dalam membiayai atau memenuhi kebutuhan anaknya, semua anak kami menangis, hal itu tentu sangat mengedukasi murid dalam menghargai orangtua mereka.”tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *