Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Angin Puting Beliung Kembali Landa Limapuluh Kota, 7 Unit Rumah di Nagari Manggilang Rusak

×

Angin Puting Beliung Kembali Landa Limapuluh Kota, 7 Unit Rumah di Nagari Manggilang Rusak

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id – Angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi Senin 4 Agustus 2025 sekira pukul 21.00 Wib menimbulkan musibah bencana alam bagi masyarakat Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurut informasi yang disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, akibat angin kencang dan derasnya curah hujan yang melanda daerah tersebut 7 unit rumah warga di Nagari Manggilang mengalami rusak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

” Dari laporan sementara yang kita peroleh dari Pemerintahan Nagari Manggilang akibat angin kecang dan derasnya curah hujan yang melanda daerah tersebut sebanyak 7 unit rumah warga mengalami rusak,” ungkap Rahmadinol.

Diakui Rahmadinol, saat ini pihaknya sudah turun ke lokasi untuk membantu evakuasi sekaligus melakukan pendataan terkait adanya kerusakan 7 unit rumah akibat musibah bencana alam angin kencang dan hujan deras yang terjadi di Nagari Manggilang.

Namun dari informasi yang disampaikan Pemerintahan Nagari Manggilang menyebutkan bahwa, kerusakan yang dialami warga sebagian besar bagian atap rumah mereka rusak akibat diterjang angin kencang dan sebagian perabot rumahtangga juga mengalami rusak karena terkena siraman air hujan.

Melalui media ini Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya perobahan cuaca  yang tengah melanda sebagian wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

” Terjadinya perubahan cuaca pada beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan bantaran sungai dan lereng bukit. Kami mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, baik di daerah perbukitan maupun di bantaran sungai, untuk selalu berhati-hati. Jika terdapat potensi bencana, segera lakukan evakuasi mandiri demi keselamatan,” himbau Ramadinol.

Ramadinol juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Sikap tanggap bencana menjadi langkah awal untuk meminimalkan dampak buruk dari potensi bencana alam.

“Curah hujan yang tinggi dapat memicu longsor di perbukitan dan banjir di daerah aliran sungai. Oleh karena itu, masyarakat harus waspada terhadap tanda-tanda alam di sekitar mereka,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Limapuluh Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif memantau informasi terkini terkait cuaca dan kondisi wilayah.

Ramadinol juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak terkait jika menemukan tanda-tanda yang mengarah pada potensi bencana.

Menurut Ramadinol, koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman bencana di tengah musim hujan yang berlangsung hingga beberapa waktu mendatang.

“Kami siap mendukung masyarakat dalam langkah mitigasi dan penanganan bencana. Bersama, kita bisa meminimalkan risiko yang mungkin terjadi,” tutupnya. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *