Payakumbuh, Dekadepos.id
Anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki Pratama bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang merupakan mitra kerjanya melaksanakan Sosialisasi Kesehatan Haji di Kota Payakumbuh. Sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur itu digelar di GOR M. Yamin Kota Payakumbuh, Jumat pagi 23 November 2024.
Selain dihadiri Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh tahun 2025 itu, Sosialisasi itu juga dihadiri Kadis Kesehatan, Kemenag, Kapolsek, Danramil, Camat, anggota DPRD Kota Payakumbuh dan berbagai unsur lainnya.
Anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan menyebut bahwa Ibadah Haji adalah ibadah Istimewa, ibadah yang tidak diundang pihak lain. Keinginan Ibadah haji maupun Umrah datang ke hati masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah itu.
” Ibadah haji adalah ibadah yang Istimewa, ibadah yang tidak diundang pihak lain. Keinginan Ibadah haji maupun Umrah datang ke hati masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah itu. Jadi harus disiapkan fisik dan berbagai hal lainnya agar ibadah bisa terlaksana dengan baik,” ucap Politisi Partai Gerindra itu.
Lebih jauh anggota DPR-RI tiga periode itu menyebutkan bahwa untuk menyiapkan fisik agar nantinya siap melaksanakan ibadah haji, masyarakat Jemaah Calon Haji tahun 2025 khususnya yang lanjut usia diingatkan untuk mulai latihan fisik ringan.
” Untuk menyiapkan fisik agar nantinya siap melaksanakan ibadah haji, masyarakat Jemaah Calon Haji tahun 2025 khususnya yang lanjut usia diingatkan untuk mulai latihan fisik ringan,” tambahnya.
Ade juga menyebut bahwa untuk memaksimalkan pelayanan kepada jemaah haji, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga telah membentuk Badan Haji dan Umroh.
” Mudahan-mudahan tahun 2025 Jemaah Calon Haji dipandang lebih baik. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Badan Haji dan Umroh agar tidak ada Jemaah yang tidak dapatkan fasilitas haji dengan semestinya,” tutupnya.
Ade juga mengatakan bahwa, Presiden Prabowo Subianto juga berkeinginan untuk memangkas atrean Jemaah Haji.
Sementara Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda, Edy Supriyatna menyebutkan bahwa Sosialisasi yang dilakukan pihaknya bersama mitra kerja, Komisi IX DPR-RI adalah bentuk pembinaan Kesehatan Jemaah haji.
” Kegiatan (Sosialisasi) ini merupakan bentuk pembinaan yang dilakukan Pemerintah Pusat (Kemenkes) bersama mitra kerja Komisi IX DPR-RI,” ucapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, meski saat ini ibadah Haji tahun 2024 telah berakhir, namun masih terdapat Jemaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.
” Meski saat ini ibadah Haji tahun 2024 telah berakhir, namun masih terdapat Jemaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Aran Saudi. Sehingga perlu kami kawal Jemaah yang beresiko tinggi (RT) agar bisa melakukan ibadah haji.” Tutupnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (KAKAN KEMENAG) Kota Payakumbuh, Hendri Yazid saat memberikan sambutan, sangat apresiasi kegiatan Sosialisasi yang digelar Anggota Komisi IX DPR-RI, Ade Rezki dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk kepentingan Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh.
Sosialisasi yang dilakukan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh tahun 2025.
” Tentu kebanggaan bagi kami dengan Sosialisasi yang diberikan bagi masyarakat, khususnya Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh. Terimakasih kepada pak Ade dengan kegiatan ini,” Ucapnya.
Lebih jauh ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 nanti jumlah Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh lebih dari 200 orang, dari jumlah itu masih didominasi oleh mereka yang berusia lanjut.
” Tahun 2025 besok, jumlah Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh lebih dari 200 orang, dan didominasi oleh mereka yang usia lanjut. Insyaallah mereka nantinya akan kami istimewakan,” tambahnya.
Perlakuan istimewa yang dimaksud bagi Jemaah Calon Haji Kota Payakumbuh yang berusia lanjut adalah, Mereka cukup menyiapkan fisik, sementara tas atau barang-barang berukuran besar didepan rumah dan akan diurus oleh petugas.
” Insyaallah nganti Jemaah lanjut usia akan kami istimewakan, Mereka cukup menyiapkan fisik, sementara tas atau barang-barang berukuran besar cukup diletakkan didepan rumah dan akan diurus oleh petugas hingga sampai di Mekkah.” Tutupnya.
Sementara dr. Des Yetty Syahril, spesialis Penyakit Dalam di RSUD dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh yang juga merupakan Tim Haji Kota Payakumbuh sejak tahun 2009 lalu saat memberikan materi terkait Istithaah menyebutkan bahwa fisik merupakan kesiapan yang terpenting dalam pelaksanaan Ibadah Haji.
” Syarat untuk melaksanakan ibadah haji adalah kesanggupan fisik, sehingga ibadah haji hanya bagi yang mampu melakukan perjalanan. Pemeriksaan kesehatan akan menentukan apakah seseorang bisa atau tidak untuk melaksanakan ibadah haji,” Ucapnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kenapa harus sehat secara fisik, sebab ibadah haji adalah ibadah fisik yang tidak bisa mengandalkan orang lain.
Selain menyiapkan fisik, Jemaah Calon Haji juga diingatkan untuk menyiapkan berbagai perlengkapan lainnya, berupa kacamata hitam, payung, Masker, alas kaki. (Edw)















