LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id – Bencana alam yang mengepung Sumatera Barat, membuat alek Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, yang sudah dirancang sejak tiga bulan lalu, dipersingkat pelaksanaannya. Alek nagari yang dikemas dalam tajuk Tungkar Fast (Festival Adat Salingka Nagari Tungkar) itu, rencananya dihelat dari 3 sampai 9 Desember 2025. Tapi karena bencana alam di Sumbar, dipersingkat menjadi 3 dan 4 Desember 2025.
“Keputusan ini, kita ambil sebagai wujud empati dan solidaritas atas bencana alam di Sumbar. Alek nagari, Tungkar Fast, dipersingkat dua hari. Diawali dengan prosesi melewakan gala 31 pengulu baru di Balai Adat. Dan ditutup dengan doa bersama, sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana alam,” kata Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado, bersama Ketua KAN H. AM Dt Bandaro Kuniang, Ketua Bamus Arwin Dt Lelo Batuah, dan Ketua Panitia Barnat Dt Alam Batuah, kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).
Pada hari yang sama, ratusan anak Nagari Tungkar, berkumpul di Balai Adat. Untuk menyaksikan prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah 31 pengulu baru. “Dengan adanya 31 pengulu baru ini, total niniak mamak di Nagari Tungkar menjadi 123 orang. Ditambah 8 monti dan dubalang dari 4 suku yang ada;” ujar Ketua KAN H Amril Latif Dt Bandaro Kuniang yang juga Datuak Suku Piliang Piconcang, bersama tiga datuak suku lainnya, yakni D Dt Gindo Sinaro, Sy Dt Paduko Malano, dan A Dt Paduko Lobiah.
Adapun 31 pengulu baru yang dilewakan di Nagari Tungkar, sebanyak 5 orang berasal dari Pasukuan Bodi Chaniago. Yakni, Franly Lifuferta Dt Paduko Alam, Raka Abiyufawas Dt Pucuak, Syafriadi Dt Rangkayo Molia, Adel Sadri Dt Majo Nan Putiah, dan Husnul Hidayat Dt. Sinaro Nan Putiah (semuanya Chaniago). Kemudian, dua orang dari pasukuan Piliang Piconcang. Yakni, Aska Dt Rajo Malano (Picancang) dan Eka Firmansah Dt Mangkuto Siagar (Piliang).
Selanjutnya, 14 orang dari Pasukuan Koto Dalimo. Yaitu, Syamsuardi Dt Tandirajo dan Rinaldi Dt Pado Pangulu (Koto). Kemudian, Windra Budiman Dt Majo Taname, Syafriandi Dt Indo Marajo, Syafrianto Dt Indo Marajo, Fitra Muslim Dt Paduko Nan Batembang, dan Tenku Rega Dt. Bagindo Marajo (semuanya Dalimo).
Berikutnya, Randi Eka Putra Dt Bijo Anso (Sikumban), Refiarno Dt Indo Marajo (Sipisang), Qhozzi Natul Isral Dt Tua Nan Sati (Malayu). Kemudian, Rudi Dt Lelo Sati, Mendrizal Dt Panghulu Sati, Randa Dt Sirajo Mangkuto, dan Eriadi Nofri Dt. Sirajo Mangkuto (semuanya Payobadar).
Sementara, 10 pengulu baru lain berasal dari Pasukuan Salo Kutianyia. Yakni, Riski Fitriadi Dt Rangkayo Bosag, Priski Dt Pangulu Putiah, Oman Dt Jo Panghulu Tuo, Perdi Dermawan Dt Jo Panghulu Mudo (Kutianyia).Kemudian, Beni Febrianto Dt Marabangso, Osriwadi Dt Gindo Malano, Yonisman Dt Rajo Penghulu, Syafra Nirman Dt Lelo Anso, dan Zalmi Dt Paduko Tuan (Salo). Serta Syakirman Dt Majo Indo. (Pitopang).
Prosesi pengukuhan 31 pengulu baru ini turut dihadiri anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, serta perantau Tungkar dari Malyasia dan berbagai daerah di Indonesia. “Kita ucapkan selamat kepada 31 pengulu baru di Nagari Tungkar. Elok nagari dek pangulu, etok tapian dek nan mudo. Tuah sipakat, cilako basilang,” kata Fajar Rillah Vesky.
Politisi Golkar ini juga menyampaikan terimakasih kepada mitra kerjanya di Komisi II DPRD Limapuluh Kota, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang sudah memfasilitasi live streaaming pengukuhan 31 pengulu baru di Nagari Tungkar. Serta kepada Disdikbud Limapuluh Kota yang siap pula untuk memfasilitasi penampilan paket seni, sepanjang syarat dan ketentuan dilengkapi. (DS)















