Scroll untuk baca artikel
Berita

Aksi Solidaritas Bukittinggi Tuntut Keadilan atas Kematian, Driver OJOL Affan Kurniawan

×

Aksi Solidaritas Bukittinggi Tuntut Keadilan atas Kematian, Driver OJOL Affan Kurniawan

Sebarkan artikel ini

Bukittinggi, Dekadepos.id

Sekitar 700 massa dari Aliansi Solidaritas Bukittinggi menggelar aksi di Tugu Polwan dan Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat, menyikapi kematian Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal dalam demonstrasi di DPR RI Jakarta.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Aksi dipimpin oleh M. Fatih Ahtady selaku koordinator aksi bersama Armen, Ketua Aliansi Panglima Jalur Bukittinggi. Peserta aksi berasal dari komunitas ojol, mahasiswa Universitas Fort De Kock, UIN SMDD Bukittinggi, UMSB, Universitas M. Natsir, GMNI, HMI, IMM, serta beberapa pelajar SMK Negeri 1 Bukittinggi.

Presiden Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi, Ghazi Falih, dalam orasinya mengatakan, “Sebagai rakyat Indonesia, kami menginginkan Presiden Prabowo melakukan reformasi terhadap institusi Polri dan TNI. Kami juga mendesak agar Kapolri diturunkan dan dievaluasi secara menyeluruh, karena citra kepolisian saat ini sudah sangat buruk. Kami berharap permintaan ini dapat disampaikan langsung oleh Bapak Kapolresta dan Bapak Dandim.”

Presiden Mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Agil Pratama, menyatakan, “Musuh utama kita adalah DPR, karena merekalah yang mengadu domba masyarakat dengan Polri.”

Senada dengan itu, Ketua HMI Cabang Bukittinggi, Ahmad Zaki, menegaskan, “Rekan-rekan kita telah mengalami penindasan. Kasus Afif hingga kini belum menemukan titik terang. Elit politik sudah kehilangan rasa kemanusiaan, dan sasaran perjuangan kita adalah DPR. Banyak pihak yang mencoba mengadu domba, namun kita harus tetap fokus pada tujuan.”

Ahmad Zaki juga menambahkan, “Kami mendesak agar kasus penimbunan solar di Bukittinggi dan Agam dapat diusut tuntas sehingga tidak ada lagi penumpukan kendaraan di SPBU. Selain itu, tambang ilegal juga harus ditertibkan dengan pemeriksaan IUP dan AMDAL secara transparan.”

Koordinator aksi, M. Fatih Ahtady, membacakan tuntutan massa. “Kami mengecam tindakan brutal dan represif aparat kepolisian yang bertentangan dengan tugas mereka sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap standar pengamanan aksi, serta meminta kepolisian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” ujarnya.

Fatih juga menegaskan, “Polisi harus menjadi pengaman masyarakat, bukan penindas. Hentikan praktik tilang ilegal, dan berikan transparansi dalam pelayanan publik. Kami juga mendesak agar kasus Affan Kurniawan diusut tuntas bersama Komnas HAM, dan aparat yang terlibat harus diberhentikan tidak hormat.”

Menanggapi aksi massa, Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto menyampaikan, “Atas nama Polresta Bukittinggi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen masyarakat atas peristiwa yang terjadi. Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Affan.”

Ia menambahkan, “Kami juga memohon maaf atas berbagai keluhan masyarakat, mulai dari persoalan tilang hingga tindakan kejar-kejaran di lapangan. Apabila ada tindakan berlebihan dalam pengamanan unjuk rasa, kami mohon maaf. Kami akan melakukan perbaikan.”

Terkait kasus Affan Kurniawan, Ruly menjelaskan, “Saat ini proses hukum sedang berjalan. Sebanyak tujuh tersangka telah ditetapkan dan akan diproses melalui disiplin serta kode etik kepolisian.”

Aksi ditutup dengan penandatanganan tuntutan oleh Kapolresta Bukittinggi bersama koordinator aksi sebagai bentuk komitmen tindak lanjut. (Arm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *