Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

300 Guru Honorer di Kab. 50 Kota Bakal Diangkat Jadi Pegawai P3K

×

300 Guru Honorer di Kab. 50 Kota Bakal Diangkat Jadi Pegawai P3K

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Bupati Limapuluh Kota, Safarudin menyebutkan Pemerintah Daerah akan terus berjuang untuk menjadikan atau mengangkat guru honorer yang ada di daerah itu untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) secara bertahap atau tiap tahunnya. Tidak hanya guru tingkat Sekolah Dasar dan SLTP, nantinya juga akan terus diperjuangkan guru dan dan operator sekolah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Guru menurut Safarudin adalah bagian penting yang harus terus diperjuangkan untuk memajukan suatu daerah, sehingga guru perhatian khusus dari tahun ke tahun. Hal tersebut diungkapkan Bupati Limapuluh Kota, Safarudin usai membuka Seminar Nasional yang digelar PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis pagi 30 Mei 2024 di Aula Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.

” Iya, Pemerintah Daerah akan terus berjuang untuk menjadikan atau mengangkat guru honorer yang ada untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) secara bertahap. Sejak tahun 2021 hingga saat ini kita telah mengangkat 1385 orang guru honorer menjadi guru P3K,” ucap Safarudin.

Ia juga menambahkan, saat ini jumlah tenaga honorer guru yang tinggal sesuai aturan ada sekitar 450 orang. Untuk tahun ini akan kembali diangkat 300 Guru honorer menjadi P3K Guru dan Operator sekolah.

” Untuk tahun ini akan kembali diangkat 300 Guru honorer menjadi P3K Guru, 50 orang diantaranya jadi Operator sekolah,” tambah Safarudin.

Safarudin yang kembali mencalonkan diri untuk maju dalam PILKADA tahun 2024 itu berharap agar guru-guru honorer yang bertugas di daerah pinggiran dan dimanapun di Kabupaten Limapuluh Kota untuk tetap ikhlas dalam pengabdian, menjadikan mengajar sebagai ladang amal.

” Kita mengharapkan guru-guru honorer yang bertugas di daerah pinggiran dan dimanapun di Kabupaten Limapuluh Kota untuk tetap ikhlas dalam pengabdian, menjadikan mengajar sebagai ladang amal.” Tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *