Payakumbuh, Dekadepos.id
Mempercepat transformasi digital dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tanjung Pati, Elfiandi, Amd. IP, SH, MH, resmi meluncurkan aplikasi SMART LAPATI.
Inovasi ini merupakan bentuk Aksi Perubahan yang diinisiasi oleh Kalapas sebagai wujud dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain itu, peluncuran aplikasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian tugas dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh BBPKA-PDN I Bukittinggi
Akselerasi Kesetaraan Pendidikan
SMART LAPATI hadir sebagai solusi digital untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan Warga Binaan, petugas, maupun masyarakat luas dalam mengakses program pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) yang diselenggarakan di dalam Lapas.
“Aplikasi SMART LAPATI ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak pendidikan yang setara, transparan, dan mudah dijangkau. Kami ingin digitalisasi ini mempermudah proses administrasi dan pembelajaran agar lebih efektif,” ujar Elfiandi didampingi Kasi Binagiatja, Agung Lestara, saat peluncuran, Selasa 7 Juli 2026 di Lapas yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Pusat Kota Payakumbuh.

Ia juga menambahkan, Fitur Unggulan SMART LAPATI dilengkapi dengan berbagai fitur interaktif yang mendukung ekosistem pendidikan di Lapas Tanjung Pati, di antaranya, Pendaftaran Online: Memangkas birokrasi pendaftaran peserta didik kesetaraan, Pencarian Ijazah: Sistem penyimpanan data digital yang memudahkan verifikasi dan pencarian ijazah peserta didik, Pembelajaran Online: Platform bagi warga binaan untuk mengakses materi pendidikan secara mandiri dan terstruktur.
Integrasi Data yang Lebih Efisien
Bagi petugas Lapas, keberadaan SMART LAPATI menjadi instrumen penting dalam manajemen data. Sistem ini memudahkan petugas dalam melakukan pendataan, monitoring, dan evaluasi terhadap warga binaan yang mengikuti program Paket A, B, dan C. Dengan sistem yang terintegrasi, validitas data menjadi lebih terjamin dan pelaporan kepada pihak terkait dapat dilakukan secara real-time.
Launching aplikasi SMART LAPATI, juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Keluarga Warga Binaan Permasyarakatan dan jajaran petugas lapas.
Efiandi juga menyampaikan bahwa Peluncuran aplikasi ini diharapkan menjadi pionir dalam peningkatan kualitas pembinaan kepribadian melalui jalur pendidikan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus membuktikan komitmen Lapas Kelas IIB Tanjung Pati dalam memberikan pelayanan prima berbasis teknologi. (Edw/Rel)















