Bukittinggi, Dekadepos.id
Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi menggelar pemutaran film dokumenter Makin Ditekan, Makin Melawan! dan diskusi publik bertema “Gerakan Mahasiswa Terancam: Perspektif Penegakan Hukum dan Perlindungan HAM” di Gedung Cinema O, UIN SMDD Bukittinggi, Jumat (9/10/2026).
Film tersebut menyoroti dugaan penangkapan sewenang-wenang, kekerasan selama penangkapan dan penahanan, intimidasi, serta proses hukum terhadap aktivis dan peserta aksi pasca demonstrasi di Indonesia pada Agustus 2025. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam film, sebanyak 6.719 orang disebut telah ditangkap dan 703 orang menjalani proses pengadilan. Film ini juga mengangkat temuan Komisi Pencari Fakta (KPF) yang dibentuk sejumlah organisasi masyarakat sipil terkait dugaan ketidaksesuaian prosedur penangkapan dan penyiksaan terhadap tahanan.
Gubernur Dema Fakultas Syariah, Muhammad Zhafran, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa dalam menyikapi berbagai persoalan ketidakadilan di masyarakat.
“Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh buta, bisu, dan tuli ketika ketidakadilan menimpa masyarakat kita sendiri. Melalui kegiatan ini, kami mencoba merekonstruksi kembali peran social control dan guardian of value, justice, and law sebagai mahasiswa hukum,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berani mengambil peran nyata ketika terjadi ketimpangan dan ketidakadilan. “Harapannya, melalui forum ini lahirlah mahasiswa sejati yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor lapangan ketika terjadi ketimpangan dan ketidakadilan serta menjalankan tugas dan fungsi mahasiswa yang sebenarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN SMDD Bukittinggi, Dr. H. Bustamar, S.Ag., MH, yang berhalangan hadir, turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk merekonstruksi kembali gerakan dan perjuangan mahasiswa.
Dalam pesannya, Bustamar berharap forum tersebut dapat melahirkan aktivis yang memiliki integritas, keberanian, dan komitmen dalam membela kebenaran serta memperjuangkan keadilan pada masa mendatang.
Film dokumenter Makin Ditekan, Makin Melawan! merupakan karya sutradara Faiz Benshadeq yang diproduseri Sasmito Madrim dan diproduksi oleh Koreksi.org. Film ini berangkat dari keprihatinan terhadap dugaan kekerasan aparat dan kriminalisasi aktivis pasca demonstrasi Agustus 2025. Film tersebut diluncurkan pada 28 Agustus 2026 di kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jakarta, dan selanjutnya diputar di sejumlah daerah. Rangkaian pemutaran tersebut menjadi ruang refleksi dan diskusi publik mengenai kebebasan berekspresi, penegakan hukum, serta perlindungan hak asasi manusia.
Peserta menunjukkan antusiasme terhadap pemutaran film dan diskusi publik tersebut. Diskusi berlangsung secara interaktif dan dua arah, dengan keterlibatan peserta dalam menyampaikan pandangan, tanggapan, serta pertanyaan terkait penegakan hukum, perlindungan HAM, dan peran mahasiswa dalam mengawal keadilan. Hal ini mencerminkan adanya ruang pertukaran gagasan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan berpartisipasi aktif dalam merespons berbagai persoalan hukum dan sosial di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan, akuntabilitas aparat penegak hukum, serta perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi. (Arm)












