Scroll untuk baca artikel
Berita

Sestama BNPB Kunjungi Huntara di Kabupaten 50 Kota, Minta Progres Dipercepat dan Penambahan Personil

×

Sestama BNPB Kunjungi Huntara di Kabupaten 50 Kota, Minta Progres Dipercepat dan Penambahan Personil

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Rustian meminta progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) korban bencana alam di Kabupaten Limapuluh Kota untuk dipercepat, sehingga nantinya bisa segera dihuni jelang Ramadhan tahun 2026, bila perlu menurut Ristian, dilakukan penambahan personil.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia juga apreasiasi penanganan bencana yang terjadi diberbagai daerah, terutama di Sumatera Barat berjalan dengan baik. Sehingga 13 Kabupaten dan Kota yang menetapkan tanggap darurat, semua komponen bekerja dengan baik.

Pemerintah Pusat menurut Direktur Sumber Daya Darurat BNPB pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB itu, juga telah menyerahkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada ratusan masyarakat.

” Ini di Sumatera Barat sudah hampir 98 persen, rata-rata telah dibagikan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat yang berhak menerima. Mereka yang menerima DTH ini bagi masyarakat yang terkena musibah yang tidak masuk (tinggal) di Huntara,”ujarnya.

Mereka yang tidak masuk/tinggal di Huntara menurut Ristian, mungkin mereka telah ada rumah keluarga, telah tinggal dirumah sanak familinya, sehingga perlu diberi Dana Tunggu selama tiga Minggu, saat ini pembangunan Huntara di Kabupaten Limapuluh Kota terus dipercepat

” Iya, saat ini sedang proses pembangunan Hunian Sementara (Huntara), tadi malam bapak Kepala BNPB mengadakan rapat evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan pembangunan Huntara berjalan dengan baik,”ucap Rustian, Selasa siang 6 Januari 2025 dilokasi pembangunan Huntara di Jorong Aia Angek Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh.

Ia juga mengatakan, saat ini, Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat menuju pemulihan dari transisi darurat, masyarakat bersama Pemerintah Daerah disebut telah siap melaksanakan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

” Sumatera Barat, telah 13 Kabupaten dan Kota, transisi darurat, jadi artinya transisi menuju pemulihan. Jadi masyarakat bersama Pemerintah Daerah akan siap melaksanakan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Hari ini kita pacu percepatan pembangunan Huntara,”tambahnya.

Dengan percepatan pembangunan Huntara, diharapkan bisa segera selesai.

” Nanti kita lihat personil, apakah akan kita tambah, sehingga tidak ada lagi hambatan-hambatan dalam pengerjaan,”tambahnya.

BNPB LAKUKAN MODIFIKASI CUACA

Terkait kondisi cuaca saat ini, menurut BNPB, pihaknya melakukan operasi modifikasi cuaca agar pengerjaan Huntara bisa berjalan dengan baik.

” Sumatera Barat ini, satu hari panas, tiga hari hujan, tapi kami (BNPB) melakukan operasi Modifikasi cuaca, jadi operasi itu memindahkan jatuhnya hujan ketempat yang lain. Saya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk segera menambah tenaga-tenaga professional tukang.

PALING PARAH, KABUPATEN AGAM PALING CEPAT BANGUN HUNTARA

Sementara terkait daerah yang paling cepat membangun Hunian Sementara (Huntara), Ristian menyebut Kabupaten Agam, meski daerah itu disebut paling parah akibat bencana.

” Yang paling parah di 13 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat adalah Kabupaten Agam, tapi mereka (Kabupaten Agam) cepat bangkit dan cepat membangun Huntara. Disini (Kabupaten Limapuluh Kota) tenaga tukang/personil memang harus ditambah.”tutupnya.

Dalam peninjauan Pembangunan Huntara itu, Sestama BNPB Republik Indonesia, Ristian juga didampingi Bupati-Walik Bupati Limapuluh Kota, Sekda, Kapolres, Kapolsek Suliki, Plt. Kalaksa BPBD, Kakan Kesbangpol dan sejumlah kepala OPD. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *