Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Satu Event Satu Nagari Tiakar : Agar Generasi Muda Tidak Lupa Budaya

×

Satu Event Satu Nagari Tiakar : Agar Generasi Muda Tidak Lupa Budaya

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Satu Event Satu Nagari kembali digelar atau dilaksanakan di Nagari Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur selama dua hari, sejak Sabtu hingga Minggu 4-5 Oktober 2025. Kegiatan yang didukung banyak pihak itu digelar untuk terus mempertahankan budaya atau tradisi yang ada, sehingga bisa terus diwariskan dari generasi ke generasi, termasuk agar generasi muda tidak lupa budaya mereka.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di Nagari Tiakar, budaya atau tradisi yang masih terus ada dan dipertahankan adalah Budaya Maanta Pabukoan, meski saat ini terjadi pergeseran atau degradasi moral pada generasi muda, dengan Satu Event Satu Nagari yang digelar diharapkan bisa menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Yb. Dt. Parmato Alam saat memberikan sambutan dalam acara puncak Satu Event Satu Nagari di Halaman Kantor KAN Nagari Tiakar, Sabtu pagi 5 Oktober 2025.

” Ivent ini momentum untuk jaga tatanan adat salingka Nagari dan generasi muda tidak lupa budaya , mudahan dengan tema membangkit batang tarandam, akan mampu menjawab tantangan yang kian komplek. Hadirnya kepala daerah merupakan bukti kongkrit dukungan terhadap ivent ini,” ucap mantan Ketua DPRD Kota Payakumbuh itu.

Dt. Parmato Alam yang menggagas
Satu Ivent Satu Nagari saat menjabat Ketua Komisi B DRPD Kota Payakumbuh itu menambahkan, Satu Ivent Satu Nagari merupakan perwujudan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Payakumbuh.

” Satu Ivent Satu Nagari merupakan perwujudan dari RPJP untuk mencapai Payakumbuh emas tahun 2045.

Ketua DPD Partai Golkar itu juga menambahkan, ivent /kegiatan tradisi Maanta Pabukoan yang digelar untuk menjaga etika, sopan santun dalam menjaga hubungan kekeluargaan, sehingga hubungan kekeluargaan selalu berjalan dengan baik.

” Ini (Maanta Pabukoan) merupakan kearifan lokal kita dalam mewujudkan Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah (ABS-SBK) adat istiadat dilaksanakan dalam salingka Nagari, sehingga hubungan kekeluargaan tetap terjalin,” ujarnya.

Semua elemen, tiga tungku sajarangan yang meliputi Pemerintah, Masyarakat Adat, Alim ulama dan Cadiak Pandai, menurutnya memiliki peranan yang sangat penting.

” Semuanya punya peran penting, kita dorong agar ini (Satu Event Satu Nagari) bisa terus menjadi ivent rutin tahunan di Nagari.

Mau tidak mau menuntut dt. Parmato Alam, pergeseran budaya telah terjadi. Sehingga kedepannya perlu koreksi agar
adat tetap kokoh dalam jaga sopan santun, etika.

” Kedepannya anggaran untuk kegiatan satu event satu Nagari kita harapkan tetap dianggarkan oleh Pemerintah dan pihak-pihak terkait.” Tutupnya.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Afriones saat menyampaikan laporan menyebutkan bahwa kegiatan Satu Event Satu Nagari dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak.

” Terimakasih kepada Disparpora Payakumbuh, LKAAM, KAN Tiakar, Bundo Kanduang Tiakar dan Urang mudo serta Puti bungsu dan banyak pihak lainnya, sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Kemarin sudah dilaksanakan lomba Pop Minang, lomba Baju Kuruang Basiba, lomba Masao Onde-Onde dan Alhamdulillah berjalan dengan sukses.
mudah-mudahan berlanjut tahun depan,” ucapnya.

Ketua KAN Tiakar, AA. dt. Pobo Nan Putiah saat memberikan dihadapan Niniak Mamak, Alim Ulama Bundo Kanduang dan berbagai tokoh itu juga mengapresiasi kegiatan yang digelar.

” Agar generasi muda tidak lupa budaya, tentu Kegiatan atau ivent ini sangat penting untuk dilaksanakan.
Terima kasih digelarnya ivent ini.” Ujarnya.

Apresiasi yang sama juga diungkapkan Ketua Karang Taruna Kelurahan Tiakar, Ivan Bintoro. Menurutnya upaya pencegahan Degradasi moral yang terus terjadi bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan Tradisi Maanta Pabukoan dan berbagai tradisi lainnya.

” Tentu sangat penting melakukan pencegahan terjadinya Degradasi moral pada generasi muda, Tradisi Maanta Pabukoan juga bisa menjadi salah satunya, sebab dengan kegiatan ini, generasi muda akan paham tradisi mereka dan berbagai kearifan lokal lainnya.

Wakil Walikota Payakumbuh, Elzadaswarman juga berharap semua pihak untuk membantu Nagari, tidak hanya membangun secara fisik, namun juga membangun dan menyiapkan generasi muda.

” Pemerintah Darah sangat apresiasi kegiatan ini, tingkatkan kembali saiyo sakato dan kekeluargaan. Mari terus berpartisipasi bangun Nagari, mudah-mudahan generasi kita bisa bangkitkan batang tarandam.” Harapnya.

DITUTUP PENYERAHAN HADIAH DAN HIBURAN PENYANYI KINTANI

Satu Event Satu Nagari di Nagari Tiakar ditutup dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba memasak onde-onde dan nyanyi lagu Minang, termasuk penampilan penyanyi Minang asal Kota Payakumbuh, Kintani. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *