LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id- Tahun ajaran baru selalu menjadi momen krusial dalam dunia pendidikan. Baik bagi siswa, orang tua, maupun guru tentu sudah menantikan kepastian jadwal terbaru, terutama menjelang pergantian tahun ajaran.
Berdasarkan Kalender Pendidikan Nasional Tahun 2025/2026 dan sesuai dengan Surat Keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat tentang kalender pendidikan 2025/2026, masuk sekolah tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai pada Senin 14 Juli 2025.
Tahun pelajaran baru 2025/2026 diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan MPLS ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan, nilai, budaya, serta aturan sekolah dan kemudian diikuti dengan kegiatan pembelajaran. Peraturan ini juga berlaku untuk jenjang pendidikan PAUD/TK.
Demikian diungkapkan Kepala Sekolah PAUD/ TK Al Amin Jorong Tanjung Haro Utara, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Reflita Idrus, S.Pd.I saat media ini melakukan peninjauan terkait dimulainya proses kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2025/2026 yang berlangsung di sekolah tersebut, Senin (14/7/2025).
Menurut Reflita Idrus, proses belajar mengajar pada tahap masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik PAUD/TK, dibutuhkan kemampuan khusus dari Pendidik.
” Artinya, pada tahap MPLS Pendidik dituntut untuk mampu bekerja sama dengan orang tua peserta didik untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak, ” ulas Reflita Idrus.
Tak hanya itu, ulas Reflita Idrus, para Pendidik perlu mengenalkan berbagai ruangan di sekolah, seperti ruang kelas, toilet, perpustakaan, dan halaman bermain, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Intinya, proses pendidikan bagi Anak Usia Dini atau PAUD/ TK adalah bermain sambil belajar.
Pendidik mengajak anak-anak bermain sambil belajar mengenal nama teman-teman baru, nama guru, dan aturan-aturan sederhana di sekolah. Termasuk memperkenalkan kegiatan seni dan kreativitas.
Para Pendidik menyediakan berbagai macam alat dan bahan seni, seperti kertas, pensil warna, dan cat air, untuk anak-anak mengekspresikan diri mereka melalui seni. Kemudian kegiatan membaca buku cerita. Pendidik dapat membacakan buku cerita yang menarik dan sesuai dengan usia anak-anak, sambil mengajarkan nilai-nilai positif.
Yang tidak kalah pentingnya bagi peserta didik, ulas Reflita Idrus, adalah permainan motorik.
” Pendidik dapat mengajak anak-anak bermain permainan yang melibatkan gerakan fisik, seperti berlari, melompat, dan melempar bola, untuk mengembangkan keterampilan motorik mereka.
” Pada tahap pendidikan Anak Usia Dini inilah masa depan anak-anak kita rajut untuk meraih dan menyongsong masa depan yang lebih baik, kelak setelah mereka dewasa.” pungkas Reflita Idrus. (DS)















