Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Ratusan hektare lahan pertanian padi dan jagung masyarakat di berbagai Jorong di Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota terancam gagal panen akibat kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Selain daun yang menguning, pertumbuhan juga tergantung serta tanah yang mengering dan retak-retak.
Terkait kondisi itu, petani mengaku tidak bisa berbuat banyak, sebab selama ini untuk pengairan sawah atau lahan pertanian, umumnya berasal dari irigasi di bandar yang juga kering serta dari air hujan.
Diantaranya upaya yang dilakukan masyarakat di beberapa Jorong di Nagari Balai Panjang adalah menggelar sholat minta hujan, namun hujan yang turun belum mampu mengatasi persoalan kekeringan.
” Iya, dampak dari kemarau panjang yang terjadi akan terjadi kegagalan panen di daerah kita. Total sawah di Nagari Balai Panjang sekitar 448 Hektare, yang terdampak sekitar 165 Hektare,” sebut Walinagari Balai Panjang, Idris didampingi Bhabinkamtibmas, Bripka. Suprayetno dan Babinsa, Kopda. Doni Eka Putra saat meninjau lahan pertanian masyarakat Sabtu pagi 28 Juni 2025 di Jorong Kubang Rasau.
Lebih jauh Idris menjelaskan, dari sekitar 165 lahan pertanian yang terdampak itu, di Jorong Kubang Rasau yang paling parah.
” Yang paling terdampak atau kekeringan hampir di semua Jorong, namun yang paling parah di Jorong Kubang Rasau. Tanaman yang paling banyak tanaman padi dan jagung,” tambahnya.
Selama ini menurut Idris untuk pengairan lahan pertanian masyarakat umumnya mengandalkan aliran irigasi dan hujan, namun karena debitnya kurang dan tidak ada air mengalir lagi.
” Memang lahan pertanian masyarakat selama ini mengandalkan air dari aliran irigasi, tapi karena debit air terus berkurang sehingga tidak bisa lagi dialiri. Kondisi itu diperparah dengan musim kemarau,” tambahnya.
Upaya yang dilakukan menurut Idris adalah dengan menggelar sholat minta hujan.
” Untuk lahan terancam gagal panen, namun kita terus berupaya agar hujan segera turun, kita lakukan sholat minta hujan baru-baru ini dan kedepanya juga akan terus kita laksanakan.” Tutupnya. (Edw)















