Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPolitik

Prihatin Baralek Hidangan ala Prancis, Bupati Safni Minta Izin ke Niniak Mamak Bikin Perbup

×

Prihatin Baralek Hidangan ala Prancis, Bupati Safni Minta Izin ke Niniak Mamak Bikin Perbup

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id –  Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang mengaku prihatin, melihat niniak mamak pemangku adat Minangkabau, disuguhi hidangan ala prancis atau prasmanan, saat baralek (pesta pernikahan) maupun dalam acara yang ada makan-makannya. Keprihatinan itu diungkapkan Safni, dihadapan ratusan niniak mamak Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh yang ikuti program peningkatan kapasitas niniak mamak di Hotel Shago Bungsu 2, Lubuakbatingkok, Harau, Sabtu (5/7/2025).

Dalam program yang dilaksanakan pemerintah daerah berdasarkan Rencana Kerja (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Limapuluh Kota Tahun 2025 dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky itu, Bupati Safni Sikumbang menceritakan, bahwa dia memang belum pernah menjadi pemangku adat. Jangankan menjadi niniak mamak, menjadi dubalang adat saja belum pernah. Tapi, Safni cinta adat Minangkabau.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Ketika merantau ke Riau dan sepuluh tahun menjadi Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kabupaten Siak, nilai-nilai adat Minangkabau, saya bawa ke rantau. Setiap urang awak di Siak, baralek. Saya pastikan, ada dua otang perwakilan dari masing-masing IK-IK (Ikatan Keluarga) urang awak di Siak yang menanti tamu dalam baralek tersebut. Ada perwakilan dari Pesisir Selatan, Agam, Bukittinggi, Pariaman, Batusangkar, Tanahdatar Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Ini wujud kami saiyo-sakato di tanah rantau,” kata Safni Sikumbang.

Tidak hanya membawa semangat sasakik-sasanang dan sahino-samalu di perantauan, Bupati Safni selama menjadi Ketua IKMR Kabupaten Siak, mengaku menerapkan aturan yang berlaku di Ranah Minang ke perantauan. “Kalau yang hadir dalam acara-acara baralek atau acara IKMR Siak itu adalah niniak mamak, sekalipun acaranya di rantau, makan dan minumnya tak boleh hidangan prancis atau prasmanan. Ini karena kita mengorhmati dan menghargai niniak mamak,” kata Safni.

Safni yang didampingi anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky, dan pengurus LKAAM Limapuluh Kota Asrul Aziz Dt Karongkong Kayo mengaku sedih, jika dalam pesta pernikahan atau baralek dan acara-acara, niniak mamak dibiarkan makan dengan hidangan prancis atau prasmanan. “Batin saya tercabik, kalau niniak mamak itu dibiarkan makan dengan hidangan prancis (prasmanan). Niniak mamak itu kalau ya dihidangkan, bajamba,” ujar Safni.

Untuk itu pula, Safni minta izin kepada niniak-mamak Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh, membuat Peraturan Bupati (Perbup) terkait tata cara penyajian makanan buat niniak mamak yang sesuai dengan adat Minangkabau. “Kalau datuak-datuak niniak mamak dari 79 nagari di Limapuluh Kota setuju dengan yang saya sampaikan ini, nanti kita buat Peraturan Bupatinya, tak boleh niniak mamak dijamu makan dengan hidangan perancis,” tukuk Bupati Safni Sikumbang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Safni Sikumbang mengaku, mendukung penuh apapun kegiatan pemerintahan daerah yang dilakukan atau melibatkan niniak mamak. Seperti program peningkatan kapasitas niniak mamak Nagari Tungkar dan Nagari Situjuah Ladang Laweh yang digelar berdasarkan Renja Disdikbud dan Pokir Anggota DPRD, M. Fajar Rillah Vesky. “Tak akan ada bupati, menghapus pokir untuk Situjuah Limo Nagari atau kecamatan manapun. Apalagi ini untuak niniak mamak,” kata Safni Sikumbang.

Pertama Sejak Dunia Takambang. Disisi lain, Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh Mawardi Dt Sinaro Nan Paneh dan Ketua KAN Situjuah Ladang Laweh, E. Dt Tan Marajo Nan Malengong mengatakan, sejak dunia takambang, baru sekali ini, niniak mamak kampung kami, difasilitasi pemerintah daerah, untuk kegiatan bimtek atau peningkatan kapasitas yang pelaksanaannya digelar di luar nagari kami. Ini tentu tak lepas juga dari pokir (pokok-pokok pikiran) anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky ,” kata mereka.

Selain melibatkan 55 niniak mamak dan cadiak pandai Nagari Situjuah Ladang Laweh, peningkatan kapasitas niniak mamak ini juga diikuti 55 niniak mamak dan cadiak pandai Nagari Tungkar. Ini merupakan kali pertama di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, niniak mamak dari dua nagari berbeda, mendapat pembekalan serentak. Dengan narasumber: Musrah Dahrizal Katik jo Mangkuto (Budayawan dan Pengajar Adat Minangkabau), DR. Wendra Yunaldi, SH, MH (Pemerhati Hukum Adat Minangkabau),Yulfian Azrial, SE (Kepala BKKP Nagari Adat Alam Minangkabau), dan Tim LKAAM Limapuluh Kota.

“Kami berterimakasih kepada anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang sudah menyalurkan aspirasi Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Pemerintah Nagari Tungkar kepada pemerintah daerah, agar dapat digelar pelatihan adat dan seragam adat. Alhamdulillah, itu dapat terlaksana melalui pokir DPRD dan rencana kerja Disdikbud Limapuluh Kota,” kata Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado dan Ketua KAN Tungkar H. AM. Dt Bandaro Kuniang.

Kegiatan peningkatan kapasitas niniak mamak Nagari Situjuah Ladang Laweh dan Nagari Tungkar, dibuka oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha. Saat pembukaan acara,

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota, Afri Efendi, didampingi Kabid Kebudayaan Ali Hasan dan Zarni Jamila mengatakan, program ini digelar berdasarkan Rencana Kerja (Renja) Disdikbud Limapuluh Kota dan Pokir anggota DPRD dari Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky. Program ini bagian dari pelestarian adat Minangkabau dan pembinaan terhadap adat di Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara itu, anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky dengan nada merendah menyebut, Walau Bupati, Wakil Bupati, dan  Kadisdikbud mengatakan proyram peningkatan kapasitas niniak mamak Nagari Tungkar dan Situjuah Ladang Laweh terlaksana dengan pokir kami sebagai anggota DPRD.

“Tapi sesungguhnya, pokir DPRD juga tak akan terlaksana, tanpa dukungan Bupati, Wabup, TAPD.  Termasuk di dalamnya Bappelitbangda, Badan Keuangan, dan Inspektorat, serta OPD Teknis atau Dinas yang memiliki Rencana Kerja. Untuk semua sinergisitas ini, kami sampaikan terima kasih,” kata Fajar.

Sementara, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Limapuluh Kota, Zulhikmi Dt Rajo Suaro, mengapresiasi M. Fajar Rillah Vesky yang mengalokasikan sejumlah anggaran daerah melalui pokok-pokok pikirannya, untuk peningkatan kapasitas niniak mamak.

“Tahun ini, ada beberapa teman-teman anggota DPRD yang pokirnya diarahkan untuk pemberdayaan adat, termasuk Fajar Rillah Vesky. Atas nama LKAAM, kami sampaikan terimakasih,” kata Zulhikmi. (*/DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *