LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.Id –Bencana alam berupa pergerakan tanah atau likuifaksi di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan ratusan kepala keluarga terpaksa diungsikan, sementara 58 unit rumah warga dinyatakan rusak berat dan tidak dapat ditempati lagi menyisakan keprihatinan dari kalangan masyarakat.
Dari ratusan kepala keluarga yang mengalami musibah bencana alam tersebut, tercatat sebanyak 12 orang guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pimpinan Cabang Kecamatan Gunung Omeh terdampak bencana alam.

Menurut Ketua PGRI Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati Munir, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat termasuk kepada guru yang terdampak bencana alam tersebut, pengurus PGRI Provinsi Sumatera Barat bersama pengurus PGRI Kabupaten Limapuluh Kota mengantarkan bantuan untuk korban bencana alam tanah bergerak yang terjadi di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Jum’at (26/12/2025).
” Bantuan tersebut digalang dari anggota PGRI Pusat, anggota PGRI Propinsi Sumatera Barat termasuk bantuan dari anggota PGRI Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Propinsi Riau serta dari anggota PGRI Kabupaten Limapuluh Kota berupa uang tunai sebesar Rp 45 juta ditambah 40 paket gula, ikan kering, minyak, sabun dan 40 karung beras,” ungkap Indrawati Munir.
Dijelaskan Indrawati Munir, bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat diwakili Ketua I, Prof. Ansofino M.Si bersama Wakil Ketua II, Tri Kora, M. Pd serta Bendahara, Cici didampingi pengurus PGRI Kabupaten Limapuluh Kota Harneti, Wat, Zulfika, Rahmat.
“Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan duka untuk almarhum anak Pak Anton sebesar Rp10 juta, ” ujar Indrawati Munir.
Pada saat penyerahan bantuan, Prof. Ansofino M.Si mengungkapkan bahwa, bencana alam ini adalah duka kita bersama. Oleh sebab itu PGRI hadir hari ini untuk berbagi, memberikan dukungan moril agar kita semua dapat bangkit menatap masa depan yang lebih baik.
“Mari bergandengan tangan, saling menguatkan satu sama lain. PGRI selalu hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan, karena ini adalah bagian dari pengabdian PGRI sebagai guru atau pendidik di tengah masyarakat.” pungkas Prof. Ansofino M.Si. (DS)















